Apple Menggugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang

Apple, perusahaan teknologi terkemuka asal Amerika Serikat, telah mengajukan gugatan resmi terhadap OpenAI, salah satu perusahaan kecerdasan buatan (AI) ternama. Gugatan ini menuduh OpenAI melakukan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak dengan cara memperoleh informasi rahasia dari mantan karyawan Apple. Menurut Apple, tindakan tersebut dilakukan secara sistematis untuk mempercepat pengembangan perangkat keras berbasis AI.
Gugatan ini diajukan pada Jumat (10/10) ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Dalam dokumen gugatan, Apple menyebut bahwa dugaan pelanggaran dilakukan atas arahan jajaran petinggi OpenAI, termasuk Tang Tan, Chief Hardware Officer yang sebelumnya bekerja selama 24 tahun di Apple. Tang Tan pernah menjabat sebagai Vice President of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch.
Apple menuduh Tang Tan menggunakan nama kode proyek rahasia Apple saat merekrut calon karyawan. Selain itu, ia juga disebut meminta pelamar membawa komponen perangkat keras Apple ke sesi wawancara, membimbing karyawan yang ingin keluar dari Apple agar bisa menghindari prosedur keamanan perusahaan, serta meminta informasi tentang produk Apple yang belum diumumkan ke publik.
Gugatan Muncul di Tengah Persaingan Perangkat Keras
Gugatan ini muncul di tengah rumor bahwa OpenAI sedang mengembangkan perangkat keras pertamanya, yang diperkirakan akan bersaing langsung dengan iPhone. Pada April lalu, analis industri Ming-Chi Kuo menyebut perangkat tersebut kemungkinan berupa smartphone yang mengandalkan agen AI sebagai pengganti aplikasi konvensional. Jika benar, produk ini berpotensi menjadi ancaman besar bagi bisnis perangkat keras Apple.
Ambisi OpenAI di sektor perangkat keras semakin kuat setelah perusahaan tersebut mengakuisisi startup perangkat milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, yakni io, dalam kesepakatan senilai 6,5 miliar dolar AS tahun lalu. Meski nama io disebut dalam gugatan, Jony Ive sendiri tidak menjadi pihak yang dituduh.
Penyerapan Informasi Rahasia oleh Mantan Karyawan
Selain Tang Tan, Apple juga menyeret nama mantan karyawan lain yang kini bekerja di OpenAI, yaitu Chang Liu. Apple menuduh Liu tidak mengembalikan laptop milik perusahaan setelah keluar dari Apple pada 2026. Selama masih menguasai perangkat tersebut, Liu diduga mengunduh berbagai dokumen teknis rahasia milik Apple.
Menurut Apple, dokumen yang diambil mencakup informasi mengenai teknologi, fitur, dan produk yang belum dirilis, termasuk spesifikasi teknis, presentasi internal untuk tim rekayasa, hingga data proyek yang bersifat rahasia. Liu juga dituduh membagikan informasi rahasia Apple kepada mantan rekan kerjanya yang sedang melamar pekerjaan di OpenAI. Bahkan, ia disebut memberi arahan mengenai materi yang perlu dipelajari sebelum mengikuti proses wawancara.
Strategi Sistematis OpenAI
Dalam gugatannya, Apple mengeklaim telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari untuk menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan penyalahgunaan informasi rahasia. Namun, OpenAI tidak pernah memberikan tanggapan.
Apple menilai tindakan para mantan karyawannya tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi OpenAI untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan. Menurut Apple, OpenAI diduga meminta calon karyawan membawa desain, prototipe, hingga menjelaskan proses pemilihan komponen dan pemasok yang digunakan Apple dalam mengembangkan produknya.
Apple juga mengeklaim investigasi internal menemukan bahwa OpenAI dan sejumlah mitranya telah memanfaatkan informasi rahasia dari Apple dalam mengembangkan perangkat keras mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah penggunaan metal finishing yang dipatenkan Apple. Dalam gugatan disebut OpenAI membuat salah satu mitranya percaya mereka telah mendapatkan izin untuk menggunakan teknologi milik Apple tersebut. Apple menegaskan praktik semacam ini menjadi ancaman serius terhadap hak kekayaan intelektual perusahaan.
Apple Meminta Pengadilan Hentikan Penggunaan Rahasia Dagang
Melalui gugatan tersebut, Apple meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagang miliknya. Apple juga meminta seluruh dokumen dan materi rahasia dikembalikan, serta memerintahkan OpenAI untuk menyimpan seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara ini.
Dalam pernyataan resminya, Apple tegas akan terus melindungi hasil inovasi para insinyurnya. "Di Apple, tim kami terus mengembangkan teknologi terobosan untuk menghadirkan produk dan layanan terbaik di dunia. Melindungi hasil kerja dan kekayaan intelektual mereka merupakan hal yang kami anggap sangat serius,” tulis Apple.
"Baru-baru ini muncul bukti kuat yang menunjukkan bahwa individu yang bekerja di OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia Apple terkait teknologi, proses, dan produk yang belum dirilis. Kami akan selalu membela hasil kerja keras dan inovasi tim kami, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk melindunginya."
Tanggapan dari OpenAI
Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, OpenAI mengatakan: "Kami tidak memiliki ketertarikan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Fokus kami tetap pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di seluruh dunia."



0 Response to "Apple tuntut OpenAI, duga curi rahasia dagang untuk tingkatkan AI"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.