Lonjakan Harga Chip Tekan Industri Laptop, Harga Bisa Naik Lagi


Krisis global pasokan chip memori akibat meningkatnya permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai memberi dampak signifikan pada industri perangkat komputer di dalam negeri. Produsen laptop dan PC nasional kini menghadapi lonjakan biaya produksi yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga jual di pasar.

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) menjadi salah satu perusahaan yang terdampak langsung oleh situasi ini. Sekretaris Perusahaan ZYRX, Evan Jordan, menjelaskan bahwa sejak akhir 2025 hingga awal 2026, harga komponen memori melonjak tajam dan memberi tekanan besar pada struktur biaya perseroan. Ia menuturkan, sepanjang Oktober 2025 hingga Januari 2026, harga RAM dan NAND naik drastis antara 300% hingga 500%, tergantung kategori dan spesifikasi produk.

Lonjakan harga ini dipicu oleh krisis pasokan chip memori global yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan teknologi berbasis AI. “Krisis global pasokan chip memori akibat lonjakan permintaan teknologi berbasis AI telah memberikan tekanan signifikan terhadap biaya produksi perusahaan,” ujar Evan.

RAM dan media penyimpanan merupakan komponen utama dalam laptop dan PC. Kontribusi dari komponen-komponen ini terhadap total biaya produksi bisa mencapai 20% hingga 40%. Dengan kenaikan harga komponen setinggi itu, penyesuaian harga jual produk pun sulit dihindari. “Dampaknya, kenaikan harga jual laptop atau PC bisa mencapai sekitar 20% hingga 50%,” kata Evan.

Penyesuaian harga tersebut mulai memengaruhi dinamika permintaan di pasar domestik. Evan menilai, segmen konsumen yang membeli perangkat untuk kebutuhan penggantian atau refresh cenderung menahan belanja. Sebaliknya, permintaan untuk kebutuhan utama atau mendesak masih relatif bertahan.

Tekanan serupa juga dirasakan produsen global. Head of PR and Digital Marketing Asus Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan bahwa kondisi rantai pasok global saat ini berdampak hampir ke seluruh produsen laptop dunia, termasuk Asus. Meski besaran kenaikan biaya berbeda-beda tergantung model dan spesifikasi, Brama mengakui tekanan terhadap struktur biaya produksi cukup signifikan.

“Secara agregat dampaknya cukup terasa pada struktur biaya produksi kami,” ujarnya. Menghadapi situasi ini, Asus tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan kualitas produk. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penyesuaian harga jual, meski besarannya masih dalam tahap pembahasan sambil memantau perkembangan pasar.

Di sisi lain, Asus menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait dampak jangka panjang penyesuaian harga terhadap permintaan pasar domestik, mengingat kondisi pasar masih dinamis. Perusahaan tetap berkomitmen untuk memantau perkembangan secara berkala dan menyesuaikan strategi dengan situasi terkini.

Suka dengan postingan berjudul Lonjakan Harga Chip Tekan Industri Laptop, Harga Bisa Naik Lagi? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Lonjakan Harga Chip Tekan Industri Laptop, Harga Bisa Naik Lagi"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger