Pengamat intelijen: Teknologi alutsista TNI-Polri kini dikuasai industri dalam negeri

Perkembangan Industri Pertahanan Dalam Negeri

Industri pertahanan dalam negeri telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Meskipun kemandirian penuh dalam produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanpa impor belum sepenuhnya tercapai, kondisi saat ini dinilai cukup baik. Hal ini disampaikan oleh pengamat intelijen Ridwan Habib, yang menilai bahwa alutsista TNI atau Polri mayoritas dikuasai oleh industri dalam negeri.

Pengamatan ini sejalan dengan amanat UU No. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan alutsista TNI/Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri. Menurut Ridwan, pengadaan tanpa impor sudah dimulai dari alutsista yang dikuasai penuh teknologinya, seperti senapan, amunisi, kapal patroli, dan kendaraan taktis seperti Maung atau Anoa.

  • Produksi senapan dan pistol oleh PT Pindad (Persero) sebagai BUMN telah mencapai berbagai varian, termasuk G2 Combat, Magnum, serta senapan serbu seri SS (Senapan Serbu 1, 2, hingga model terbaru SS3). Produk-produk ini digunakan oleh TNI maupun Polri.
  • Kebijakan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian mengharuskan kebutuhan senjata ringan standar dipenuhi dari produksi dalam negeri.
  • Pengadaan pistol dan senapan serbu untuk prajurit TNI/Polri tidak lagi bergantung pada impor.
  • Untuk kategori amunisi kecil kaliber 5,56 mm, 7,62 mm, 9 mm, Pindad telah meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan. Pada 2020, Pindad mampu memproduksi hingga 400 juta butir peluru per tahun, naik dari 225 juta butir dari tahun sebelumnya.

Selain itu, produksi suku cadang lokal untuk perawatan alutsista juga menunjukkan kemajuan. Ridwan menjelaskan bahwa pesawat, kapal, dan tank kini banyak yang jeroannya atau suku cadangnya diproduksi oleh industri dalam negeri maupun UMKM mitra DEFEND ID.

  • Tantangan utama masih terletak pada komponen kunci seperti mesin jet atau sensor elektronik tingkat tinggi.
  • Kebijakan saat ini menyatakan bahwa jika harus impor, kerjasama dengan pabrik lokal untuk membuat pabrik suku cadang di Indonesia wajib dilakukan.

Ridwan meminta industri pertahanan dalam negeri agar tidak hanya membeli barang impor, melainkan perlu adanya penguasaan rantai pasokan penjualan. Tujuannya adalah membentuk ekosistem yang kuat sehingga dalam situasi darurat, pertahanan negara tidak bisa dimatikan lewat sanksi suku cadang oleh negara lain.

Sinergi BUMN dan Industri Swasta

Berbagai komponen senjata, kendaraan tempur, kapal, dan pesawat mulai dibuat di dalam negeri melalui sinergi BUMN dan industri swasta. Cara ini dianggap sebagai kunci penguatan ekosistem.

  • Sejumlah perusahaan swasta kini berperan aktif sebagai pemasok komponen, suku cadang presisi, hingga alutsista pendukung.
  • Salah satu contoh menonjol adalah PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (PT NKRI).
  • Perusahaan swasta nasional ini telah memperoleh lisensi resmi dari Kementerian Pertahanan untuk memproduksi komponen senjata dan amunisi, serta suku cadang presisi bagi pesawat, kapal, dan kendaraan taktis.
  • Pabrik PT NKRI di Bandung kini menjadi bagian penting dari rantai pasok industri pertahanan nasional.

Dengan perkembangan ini, industri pertahanan dalam negeri semakin menunjukkan potensinya dalam mendukung kebutuhan militer dan keamanan negara. Selain itu, upaya penguasaan teknologi dan produksi dalam negeri memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kemandirian bangsa.

Suka dengan postingan berjudul Pengamat intelijen: Teknologi alutsista TNI-Polri kini dikuasai industri dalam negeri? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Pengamat intelijen: Teknologi alutsista TNI-Polri kini dikuasai industri dalam negeri"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger