Keunggulan Efisiensi Energi Denza B5 sebagai SUV Plug-in Hybrid di Indonesia
Kehadiran Denza B5 sebagai SUV plug-in hybrid (PHEV) di Indonesia bukan hanya memberikan pilihan baru bagi penggemar mobil premium, tetapi juga menjadi perhatian karena efisiensi energi yang ditawarkannya. Di tengah harga kendaraan yang semakin tinggi dan biaya bahan bakar yang terus meningkat, konsumen mulai mempertanyakan seberapa irit penggunaan Denza B5 dalam berbagai kondisi penggunaan.
Denza B5 dilengkapi dengan sistem PHEV yang menggabungkan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan dua motor listrik yang menggerakkan roda depan dan belakang. Kombinasi ini menghasilkan tenaga yang kuat namun dirancang agar tetap hemat energi, terutama untuk penggunaan harian di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
Salah satu keunggulan utama dari Denza B5 adalah kapasitas baterainya yang mencapai 31,8 kWh dengan jenis baterai Blade LFP. Dengan baterai ini, kendaraan dapat melaju dalam mode listrik murni (EV) tanpa menggunakan bensin sama sekali. Dalam mode tersebut, Denza B5 bisa menempuh jarak sekitar 90 km sebelum mesin bensin aktif bekerja. Angka ini cukup besar untuk kebutuhan harian, seperti pergi dan pulang kerja atau belanja.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan Denza B5 untuk berjalan tanpa bensin, yang menjadi kunci utama efisiensinya. Dengan baterai yang terisi penuh, pengemudi dapat melakukan perjalanan rutin tanpa harus mengisi bahan bakar. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi pengeluaran bulanan untuk bahan bakar, terutama jika kendaraan diisi daya listrik di rumah atau fasilitas publik.
Dalam mode hybrid, yaitu kombinasi antara listrik dan bensin, Denza B5 menunjukkan angka efisiensi yang menarik. Menurut klaim standar WLTC, SUV ini bisa mencatat rata-rata konsumsi sekitar 3,9 liter per 100 km ketika baterai masih terisi antara 25–100 persen. Artinya, jika baterai memiliki daya cukup saat perjalanan panjang, konsumsi bensin relatif rendah untuk kendaraan seukuran ini. Namun, ketika baterai habis (SoC <25 persen), konsumsi bensin akan meningkat hingga sekitar 10,9 liter per 100 km.
Perbandingan dengan SUV bermesin besar tanpa elektrifikasi, yang sering kali menghabiskan 8–12 liter per 100 km, menunjukkan bahwa Denza B5 memiliki keunggulan signifikan dari segi biaya bahan bakar. Namun, penting untuk dipahami bahwa angka efisiensi ini sangat bergantung pada kondisi penggunaan dan kebiasaan berkendara. Misalnya, dalam perjalanan luar kota dengan kecepatan tinggi dan baterai habis, konsumsi bensin bisa lebih tinggi.
Meskipun demikian, penggunaan mode EV terlebih dahulu saat baterai terisi penuh tetap memberikan keuntungan besar. Dengan cara ini, konsumsi bahan bakar bisa ditekan secara signifikan.
Selain itu, Denza B5 juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar cukup besar, yaitu sekitar 83 liter. Dengan kombinasi baterai dan tangki bensin yang terisi penuh, total jarak tempuh bisa mencapai 850–975 km. Dari sisi efisiensi biaya perjalanan jauh, kemampuan ini membuat SUV PHEV ini sangat menarik bagi pengguna yang sering melakukan road trip atau perjalanan lintas kota tanpa perlu sering mengisi bensin.
Efisiensi energi Denza B5 juga memberikan fleksibilitas penggunaan di berbagai jenis rute. Dalam rute stop-and-go di kota besar, motor listrik akan dominan bekerja dan mengurangi konsumsi bensin. Sementara untuk perjalanan luar kota, mesin bensin akan aktif tetapi tetap dibantu oleh motor listrik sehingga konsumsi bahan bakar tetap lebih hemat dibandingkan kendaraan bensin murni.
Dalam konteks penggunaan harian, terutama di kota besar dengan jarak tempuh kurang dari 90 km, pengemudi bisa sepenuhnya mengandalkan baterai listrik. Ini berarti hampir tidak ada konsumsi bensin untuk kegiatan harian, asalkan baterai diisi ulang secara rutin. Penggunaan mode listrik penuh secara konsisten bisa menghemat biaya operasional secara signifikan setiap bulan.
Selain keuntungan dari sisi penggunaan energi, kehadiran Denza B5 menunjukkan sinergi teknologi modern dengan kebutuhan efisiensi biaya di era sekarang. Sebagai SUV premium dengan performa tinggi, kombinasi sistem PHEV memberi pengguna kemampuan untuk menikmati tenaga besar dan kenyamanan berkendara tanpa kompromi besar pada konsumsi bahan bakar.
Secara keseluruhan, Denza B5 termasuk SUV yang sangat irit untuk kelasnya jika dilihat dari data konsumsi energi dan jarak tempuh gabungan listrik serta bensin yang mampu ditempuh. Efisiensi ini menjadi alasan mengapa semakin banyak konsumen mempertimbangkan SUV PHEV sebagai pilihan alternatif di tengah biaya bahan bakar yang tinggi dan kebutuhan untuk mengurangi emisi.
Dengan teknologi PHEV yang terus berkembang, penggunaan kendaraan yang hemat energi seperti Denza B5 diperkirakan akan semakin relevan di pasar otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

0 Response to "Berapa hemat SUV hybrid Tiongkok, dan ini alasan Denza B5 layak dibeli di Indonesia 2026"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.