Kinerja Industri Kimia Siap Pulih Tahun 2026, Ini Penyebabnya


Pertumbuhan Industri Kimia di Tahun 2026: Peluang dan Tantangan

Potensi Pertumbuhan Industri Kimia

Industri kimia di Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2026. Berbagai faktor seperti pengendalian produk impor, pertumbuhan permintaan pasar domestik, serta arus investasi yang meningkat dapat menjadi pendorong utama bagi sektor ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh sebesar 8,35% pada tahun 2025. Meskipun secara agregat menjadi salah satu penopang pertumbuhan di sektor manufaktur, kenaikan tersebut belum merata di seluruh kategori industri.

Tekanan dari Produk Impor

Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas), Fajar Budiono menyampaikan bahwa industri petrokimia dan plastik menghadapi tekanan besar dari gempuran produk impor. Pada tahun lalu, tingkat utilisasi produksi di sektor hulu hanya mencapai 70%, sementara di hilir sekitar 60%. Fajar menyoroti banjir impor dari China, terutama untuk produk bahan plastik dan barang jadi plastik, sebagai tantangan utama.

Ia menjelaskan bahwa persaingan ketat dengan produk impor membuat beberapa perusahaan di industri Polyethylene Terephthalate (PET) harus menghentikan produksi selama hampir enam bulan. "Tahun lalu cukup berat karena banyak impor masuk. Kami benar-benar mencari strategi untuk bertahan," ujar Fajar.

Data Impor dan Ekspor

Merujuk data Kementerian Perindustrian, nilai impor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai US$ 25,27 miliar pada periode Januari - November 2025. Sementara itu, ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai US$ 20,79 miliar pada periode yang sama.

Fajar menjelaskan bahwa karakteristik produk ekspor dan impor di industri kimia berbeda. Pada tahun lalu, pelaku industri memacu ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan kawasan Asia Selatan. Ekspor menjadi strategi untuk bertahan di tengah gempuran produk impor di pasar dalam negeri, sekaligus memanfaatkan peluang dari perang tarif antara AS dan China.

Empat Faktor yang Mendorong Pertumbuhan

Setelah melalui 2025 sebagai tahun yang menantang, Inaplas memandang 2026 dengan lebih optimistis. Ada empat faktor yang bisa mengangkat kinerja industri kimia:

  1. Perbaikan Harga Bahan Baku dan Barang Jadi
    Fajar menyebutkan bahwa ada tren perbaikan harga bahan baku dan barang jadi, yang membuat pelaku industri berpotensi mendapatkan margin yang lebih baik.

  2. Pengendalian Arus Produk Impor
    Pemerintah mulai memperketat arus produk impor. Fajar menyoroti upaya pengamanan industri dalam negeri, termasuk penerapan non-tariff barriers yang diharapkan bisa mengendalikan arus produk masuk ke pasar domestik. "Ini menjadi kesempatan untuk lebih mengoptimalkan utilisasi," kata Fajar.

  3. Pertumbuhan Permintaan Dalam Negeri
    Momentum hari besar seperti Imlek dan Ramadan - Idulfitri turut mendongkrak utilisasi industri pada awal tahun ini. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut mengangkat permintaan pada segmen industri kemasan.

  4. Investasi dan Peluang Ekspor
    Di samping ketiga faktor di atas, Fajar mengungkap faktor keempat, yakni investasi dan ekspor sebagai penopang pertumbuhan industri kimia. Kondisi perang tarif antara AS dan China bisa menarik investasi perusahaan asal China untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

Strategi dan Ekspansi Pasar

Di sisi lain, pelaku industri kimia khusus juga melirik potensi ekspansi di pasar global. Ridwan Adipoetra, Ketua Umum Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI), menjelaskan bahwa AIKKI menjajaki perluasan ekspor ke negara-negara maju dan berkembang di berbagai kawasan. Mencakup Amerika Utara dan Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, Eropa, hingga ke Afrika.

"Dengan cakupan global yang luas ini, AIKKI menargetkan ekspansi ke pasar maju sekaligus memperkuat penetrasi di negara berkembang yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk kimia khusus," tandas Ridwan.

Penutup

Dengan berbagai strategi dan peluang yang terbuka, industri kimia di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh pada tahun 2026. Dari pengendalian impor hingga peningkatan ekspor, semua faktor ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Suka dengan postingan berjudul Kinerja Industri Kimia Siap Pulih Tahun 2026, Ini Penyebabnya? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Kinerja Industri Kimia Siap Pulih Tahun 2026, Ini Penyebabnya"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger