
Visi Peta Jalan Pengembangan Industri Semikonduktor Nasional
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan peta jalan pengembangan industri semikonduktor nasional. Tujuan utama dari peta jalan ini adalah menjadikan Indonesia sebagai bagian aktif dalam rantai pasok global. Dengan adanya roadmap ini, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi tinggi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kebutuhan semikonduktor di dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri hilir. Semikonduktor menjadi komponen penting bagi berbagai sektor seperti elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, dan transformasi digital. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang jelas untuk menghadapi permintaan yang semakin besar.
Empat Pilar Utama dalam Roadmap
Roadmap pengembangan industri semikonduktor mencakup penguatan empat pilar utama, yaitu:
- Material
- Desain
- Fabrikasi (front end)
- Assembly, testing, and packaging (back end)
Selain itu, roadmap ini didukung oleh pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif. Dengan adanya penguatan pada empat pilar tersebut, diharapkan dapat membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan industri semikonduktor di Indonesia.
Komitmen Pemerintah untuk Kemandirian Teknologi
Agus menyatakan bahwa roadmap ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia.
Untuk mewujudkan roadmap ini, Kemenperin membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Inisiatif ini diprakarsai oleh Kemenperin bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar desain chip dari 13 universitas. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas desain chip dan SDM di dalam negeri.
Fokus pada Pengembangan Talenta dan Desain Chip
Agus menekankan bahwa pengembangan industri semikonduktor nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menilai diperlukan pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal.
Saat ini, Indonesia memiliki beberapa fondasi penting dalam ekosistem semikonduktor. Mulai dari fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor yang sudah masuk dalam Global Value Chain, perusahaan desain integrated circuit, hingga basis industri hilir seperti electronic manufacturing services (EMS), original equipment manufacturer (OEM), dan industri otomotif nasional.
Potensi Pasar dan Ketergantungan Impor
Di sektor elektronik, produksi ponsel nasional berada di kisaran 30–60 juta unit per tahun. Sementara kebutuhan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026. Di sektor otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat sebanyak 803.867 unit, termasuk kendaraan listrik dan hybrid. Kendaraan listrik dan hybrid memiliki kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.
Namun, Agus juga menyoroti tingginya ketergantungan impor semikonduktor yang tercatat sebesar USD 4,87 miliar pada periode Januari–November 2025. Hal ini menjadi tantangan strategis bagi ketahanan industri nasional. Ia melihat ini sebagai sinyal penting yang perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual sebagai fondasi awal kemandirian teknologi.

0 Response to "Menteri Perindustrian siapkan roadmap semikonduktor, pusat desain chip hadir di RI"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.