
Emoji Bukan Sekadar Hiasan, Tapi Juga Cermin Kepribadian
Di era komunikasi digital, emoji bukan sekadar hiasan pesan. Dari WhatsApp hingga media sosial, emoji menjadi "bahasa emosi" yang membantu menyampaikan perasaan yang sulit diwakili oleh teks saja. Dengan kehadirannya, emoji mampu memberi nuansa yang tidak bisa disampaikan hanya dengan huruf dan angka.
Menariknya, sejumlah penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan emoji ternyata bisa mencerminkan karakter seseorang. Dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti di Edge Hill University, mereka meneliti hubungan antara penggunaan emoji dan ciri kepribadian berdasarkan model Big Five Personality. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang sering memakai emoji memiliki kecenderungan kepribadian tertentu.
Ciri Kepribadian yang Terkait dengan Penggunaan Emoji
-
Lebih Ekspresif Secara Emosional
Orang yang sering menggunakan emoji biasanya lebih nyaman mengekspresikan emosi mereka. Emoji membantu memperjelas maksud pesan—apakah itu bercanda, serius, atau menunjukkan empati. Dalam psikologi komunikasi, individu yang ekspresif cenderung memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik dan tidak ragu menunjukkan apa yang mereka rasakan. Mereka tidak takut dianggap “terlalu perasaan” karena bagi mereka, komunikasi yang hangat lebih penting daripada terlihat kaku. -
Memiliki Tingkat Agreeableness yang Tinggi
Dalam teori Big Five, agreeableness merujuk pada sifat ramah, kooperatif, dan penuh empati. Studi menunjukkan bahwa orang yang lebih sering menggunakan emoji cenderung memiliki skor agreeableness yang lebih tinggi. Artinya, mereka: - Lebih mudah berempati
- Suka menjaga keharmonisan
- Menghindari konflik terbuka
-
Cenderung hangat dalam interaksi sosial
Emoji seperti atau sering digunakan untuk memperkuat kesan positif dan menjaga hubungan tetap baik. -
Lebih Mudah Membangun Kedekatan Sosial
Emoji membantu menciptakan kesan keakraban. Dalam komunikasi digital yang minim ekspresi wajah dan intonasi, emoji menjadi pengganti bahasa nonverbal. Orang yang sering menggunakan emoji biasanya: - Ingin membangun koneksi emosional
- Tidak ingin pesannya terdengar dingin
-
Berusaha membuat lawan bicara merasa nyaman
Psikologi sosial menyebut ini sebagai upaya meningkatkan “social presence” dalam komunikasi daring. -
Cenderung Lebih Terbuka (Openness)
Beberapa penelitian menemukan hubungan antara penggunaan emoji dan tingkat keterbukaan terhadap pengalaman baru (openness to experience). Individu dengan skor openness tinggi biasanya: - Kreatif
- Imajinatif
- Fleksibel dalam berpikir
-
Tidak terlalu kaku dalam aturan komunikasi
Menggunakan emoji dianggap sebagai bentuk ekspresi kreatif dalam bahasa digital. -
Lebih Autentik dalam Komunikasi
Menariknya, penggunaan emoji juga berkaitan dengan persepsi keaslian (authenticity). Orang yang menggunakan emoji sering kali dipersepsikan lebih tulus dan apa adanya. Dalam konteks psikologi interpersonal, keaslian adalah fondasi penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Emoji membantu memperjelas niat sehingga kecil kemungkinan pesan disalahartikan. -
Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik
Karena emoji berfungsi sebagai simbol emosi, orang yang sering memakainya biasanya peka terhadap nuansa perasaan—baik perasaan sendiri maupun orang lain. Mereka cenderung: - Peka terhadap perubahan suasana hati
- Menggunakan emoji untuk menenangkan situasi
- Menghindari kesalahpahaman
Kecerdasan emosional yang baik membuat mereka sadar bahwa komunikasi bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga soal rasa.
Apakah Artinya Orang yang Jarang Pakai Emoji Kurang Hangat?
Tidak juga. Psikologi menekankan bahwa kepribadian sangat kompleks. Faktor budaya, usia, konteks profesional, hingga preferensi pribadi turut memengaruhi gaya komunikasi seseorang. Di lingkungan kerja formal, misalnya, orang bisa saja jarang menggunakan emoji bukan karena tidak hangat, melainkan karena menjaga profesionalitas.
Kesimpulan
Emoji bukan sekadar simbol lucu di layar. Berdasarkan berbagai temuan psikologi, orang yang sering menggunakan emoji cenderung: * Lebih ekspresif secara emosional * Memiliki agreeableness tinggi * Mudah membangun kedekatan sosial * Lebih terbuka terhadap pengalaman baru * Autentik dalam komunikasi * Memiliki kecerdasan emosional yang baik
Namun tentu saja, ini adalah kecenderungan umum, bukan label mutlak. Kepribadian manusia tetaplah unik dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Jadi, kalau Anda termasuk yang sering pakai emoji… kemungkinan besar Anda adalah pribadi yang hangat dan ekspresif.

0 Response to "Orang Sering Gunakan Emoji Punya 6 Kepribadian Ini, Kata Psikologi"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.