
Peran Organisasi dalam Pengelolaan Kecerdasan Buatan
CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir menilai bahwa pentingnya organisasi untuk memastikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) bisa memberikan nilai nyata sekaligus dikelola secara bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa seiring dengan meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai industri, Veda Praxis membantu organisasi memastikan bahwa penggunaan AI memberikan nilai nyata sekaligus dikelola secara bertanggung jawab.
Veda Praxis adalah konsultan manajemen terdepan di Asia Tenggara dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang digital, GRC, dan cybersecurity. Dalam mengembangkan solusi, Veda Praxis mengintegrasikan berbagai perspektif yang didapatkan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif di industri.
Pendampingan oleh Tim Veda Praxis
Syahraki mengatakan bahwa pendampingan oleh timnya difokuskan pada pembentukan kerangka tata kelola yang jelas, penerjemahan prinsip AI ke dalam kebijakan dan proses operasional, serta penilaian kesiapan organisasi agar adopsi AI selaras dengan tujuan bisnis, profil risiko, dan ketentuan regulasi.
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan kecerdasan artifisial (AI) dengan meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS) bersama Veda Praxis.
Sertifikasi ISO/IEC 42001:2023
BCA menjadi organisasi pertama di Indonesia, bank pertama di Asia Tenggara, sekaligus bank konvensional pertama dan salah satu dari 100 organisasi pertama di dunia yang berhasil mendapatkan sertifikasi manajemen AI tersebut.
ISO/IEC 42001:2023 merupakan standar global yang mengatur sistem manajemen AI, mencakup aspek tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta akuntabilitas penggunaan AI. Di sektor perbankan, standar ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, pencegahan fraud, hingga layanan nasabah.
Sertifikasi tersebut diserahkan pada Jumat, 6 Februari 2026, di Menara BCA. Seremoni penyerahan dihadiri oleh Direktur BCA Lianawaty Suwono, Senior EVP Group Strategic Information Technology BCA David Formula, EVP Enterprise IT Architecture, Data Management, Service Quality Group BCA Lily Wongso, serta CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir.
Sertifikasi Tambahan untuk Perlindungan Data
Pada kesempatan yang sama, BCA juga meraih sertifikasi ISO 27701:2019 untuk Privacy Information Management System, sebuah standar internasional terkait pengelolaan privasi dan perlindungan data. Kedua sertifikasi ini tidak hanya mencerminkan pemenuhan kepatuhan terhadap standar global, tetapi juga usaha BCA dalam menjaga keamanan dan kepercayaan nasabah di tengah percepatan transformasi digital.
“Kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama bagi keberhasilan yang telah diraih oleh BCA sejauh ini. Sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga kepercayaan dan keamanan data nasabah, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Direktur BCA Lianawaty Suwono.
Proses Sertifikasi ISO 42001
Dalam proses sertifikasi ISO 42001, Veda Praxis bekerja bersama BCA untuk memastikan kerangka tata kelola AI terintegrasi secara utuh dengan tata kelola perusahaan dan sistem manajemen risiko yang telah berjalan. Pendekatan yang diterapkan harapannya bisa untuk memperkuat struktur dan kejelasan akuntabilitas, sekaligus menempatkan pemanfaatan AI sebagai bagian dari proses bisnis dan pengambilan keputusan, bukan semata pemenuhan persyaratan administratif.
Pentingnya Tata Kelola AI dalam Industri Jasa Keuangan
Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi industri jasa keuangan. Ketika AI semakin memengaruhi pengambilan keputusan dan layanan publik, tata kelola AI menjadi isu strategis, bukan lagi sekadar isu teknis. "Semoga sertifikasi ini dapat menjadi katalis bagi penguatan praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab dan beretika, baik di tingkat industri, nasional, maupun kawasan Asia Tenggara. Kami bangga dapat mendampingi BCA dalam langkah penting ini,” ujar Syahraki Syahrir.
Langkah Penting untuk Penguatan Tata Kelola AI
Pencapaian BCA dalam meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 menandai langkah penting bagi penguatan tata kelola AI di kawasan. Di tengah percepatan adopsi AI, tonggak ini menunjukkan bagaimana organisasi dapat mengambil peran kepemimpinan dengan menempatkan tata kelola, akuntabilitas, dan kepercayaan publik sebagai fondasi inovasi. Lebih dari capaian institusional, langkah ini memberi arah bagi Indonesia dan kawasan ASEAN dalam membangun praktik tata kelola AI yang bertanggung jawab.

0 Response to "Peran AI yang Bertanggung Jawab"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.