Ternyata gemuk CVT bikin V-belt mudah rusak


Pemilik motor matic perlu memahami gejala dan penyebab kerusakan pada komponen penting seperti v-belt. Selain faktor usia pemakaian, beberapa hal lain juga bisa menyebabkan kerusakan pada bagian tersebut.

Salah satu penyebab umum v-belt putus adalah jarangnya pemeriksaan saat servis CVT. Jika usia v-belt sudah cukup lama, maka kemungkinan besar akan mengalami keausan dan berisiko putus saat digunakan. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi grease atau gemuk CVT yang mulai kering.

"V-belt bisa cepat putus jika grease atau gemuk CVT mulai kering," ujar Harry Anggi, mekanik senior bengkel R59 Racing di Jalan Dewi Sartika No.32D, Ciputat, Tangerang Selatan.

Grease atau gemuk CVT biasanya diberikan pada area pulley depan dan belakang agar gerakan roda gigi menjadi lebih lancar. Jika grease kering, maka gerakan atau bukaan pulley akan terganggu. Hal ini bisa membuat v-belt terasa tertarik dan tidak bekerja dengan optimal.

"Jika v-belt sering tertarik akibat grease yang kering, maka akan rentan mengalami kerusakan seperti termakan atau retak-retak," tambah Anggi.

Kondisi v-belt yang menipis akibat penggunaan jangka panjang, jika dibiarkan tanpa perawatan, bisa berujung pada putusnya v-belt saat sedang berkendara. Ini bisa menyebabkan motor tidak bisa digunakan hingga tiba di tempat tujuan.

Untuk menghindari masalah ini, sebaiknya pemilik motor melakukan servis CVT secara rutin. Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kondisi grease CVT. Jika sudah mulai kering, maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease.

Masalah kecil seperti ini bisa memiliki dampak besar jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi pemilik motor matic untuk lebih waspada terhadap kondisi komponen-komponen vital dalam kendaraan mereka.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi v-belt dan CVT:

  • Lakukan servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan
  • Periksa kondisi grease CVT secara rutin
  • Ganti grease jika sudah mulai kering atau tidak optimal
  • Hindari penggunaan motor dalam kondisi berlebihan atau berat

Dengan perawatan yang baik, v-belt dan komponen lain dalam sistem CVT akan tetap berfungsi dengan baik dan mengurangi risiko kerusakan yang tidak diinginkan.

Suka dengan postingan berjudul Ternyata gemuk CVT bikin V-belt mudah rusak? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Ternyata gemuk CVT bikin V-belt mudah rusak"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger