Pentingnya Tekanan Ban dalam Menghemat Bahan Bakar
Banyak pengendara lebih fokus pada mencari bensin yang murah atau gaya berkendara yang irit, tetapi sering kali melewatkan satu faktor kecil yang berdampak besar: tekanan ban. Ban yang kurang angin atau terlalu keras bisa membuat mesin bekerja lebih berat dari biasanya. Padahal, dengan pengaturan tekanan ban yang tepat, konsumsi BBM bisa lebih hemat hingga sekitar 10 persen dalam pemakaian harian. Ini bukan trik mahal, hanya butuh kebiasaan cerdas dan sedikit perhatian rutin.
Gunakan Standar Pabrikan sebagai Patokan Utama
Setiap mobil memiliki rekomendasi tekanan ban ideal yang biasanya tercantum di pilar pintu atau dalam buku manual. Angka ini dihitung berdasarkan bobot mobil, distribusi beban, dan karakter suspensi. Jika tekanan terlalu rendah, gesekan ban ke aspal semakin besar dan mesin membutuhkan tenaga ekstra. Sementara itu, jika terlalu tinggi, meskipun terasa ringan, grip ban menurun dan ban cepat aus di bagian tengah.

Cek Tekanan Saat Ban Masih Dingin
Tekanan ban akan naik saat ban panas setelah digunakan untuk jalan jauh. Jika cek saat ban panas, hasilnya bisa lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Idealnya, cek pagi hari atau setelah mobil diam minimal 2–3 jam. Hal ini membuat angka lebih akurat dan sesuai standar efisiensi bahan bakar.

Tambah Sedikit untuk Perjalanan Luar Kota
Untuk perjalanan jauh dengan kecepatan stabil, kamu bisa menambah sekitar 2–3 PSI dari standar pabrikan. Ini mengurangi rolling resistance tanpa mengorbankan kenyamanan berlebihan. Cara ini sering dipakai oleh pengemudi jarak jauh agar mobil terasa lebih ringan dan konsumsi BBM lebih irit. Namun, jangan berlebihan karena bisa mengurangi traksi dan keamanan.

Jangan Biarkan Ban Kurang Angin “Sedikit Tapi Lama”
Banyak orang membiarkan ban kurang 3–5 PSI karena masih terlihat normal. Padahal, kondisi ini sudah cukup membuat konsumsi BBM lebih boros secara konsisten. Ban kempis tipis meningkatkan hambatan gulir dan mempercepat keausan pinggir ban. Dalam jangka panjang, bukan hanya boros bensin tapi juga boros ganti ban.

Cek Minimal Dua Minggu Sekali
Tekanan ban bisa turun alami seiring waktu meski tidak bocor. Perubahan suhu juga memengaruhi isinya. Cek rutin dua minggu sekali adalah kebiasaan kecil dengan dampak besar. Mobil terasa lebih ringan, lebih stabil, dan mesin tidak bekerja berlebihan.

Tekanan ban yang tepat adalah salah satu cara termurah untuk membuat mobil lebih irit BBM. Tanpa modifikasi, tanpa ganti komponen, tapi efeknya terasa setiap kali berkendara. Jika ingin hemat sampai 10% secara realistis, mulailah dari hal sederhana ini. Kadang solusi terbaik bukan yang rumit — tapi yang paling konsisten dilakukan.
Bukan Mitos! Ban Mobil Diesel Memang Lebih Cepat Aus

0 Response to "Tips mengurangi konsumsi BBM dengan tekanan ban yang tepat"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.