10 Jurusan yang Karier Turun, Jurusan Apa yang Tepat?

Perubahan Zaman dan Dampaknya pada Pemilihan Jurusan Kuliah

Perkembangan teknologi dan pergeseran dunia kerja memengaruhi cara generasi muda dalam memilih jurusan kuliah. Banyak dari mereka merasa khawatir terhadap masa depan mereka, terutama dalam memilih bidang studi yang akan menjadi dasar karier mereka. Ekonom ketenagakerjaan tamatan Harvard, David J. Deming dan Kadeem N melakukan studi pada 2020 yang menunjukkan bahwa beberapa gelar sarjana dalam bidang seperti ilmu komputer, teknik, dan bisnis mengalami penurunan drastis dalam hal peluang karier karena keterampilan yang cepat usang.

Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa premi penghasilan bagi lulusan jurusan padat teknologi menurun seiring waktu karena pekerja beralih ke pekerjaan yang lebih cepat berubah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua gelar menawarkan keberlanjutan tanpa pembaruan kemampuan. Laporan dari Harvard Business Schools juga mencatat bahwa bahkan gelar M.BA bergengsi kini tidak lagi memberikan jaminan peningkatan karier secepat dulu.

Jurusan humaniora pun mengalami penurunan peminat karena kekhawatiran soal peluang kerja. Berdasarkan laporan Harvard Business School 2022, 10 jurusan ini mengalami "reset" karena pemberi kerja menginginkan kemampuan kerja yang spesifik bukan general. Berikut daftar 10 jurusan yang kehilangan nilai karena pergeseran kebutuhan industri.

10 Jurusan yang Kehilangan Nilai Akibat Perubahan Industri

  1. Administrasi Bisnis Umum (termasuk MBA)
    Dulu dianggap sebagai “jurusan wajib” untuk menjadi pemimpin perusahaan. Kini banyak perusahaan lebih menghargai pengalaman praktis dan keterampilan kewirausahaan daripada gelar MBA umum.

  2. Ilmu Komputer
    Masih penting, tetapi kecepatan perkembangan teknologi membuat banyak keterampilan individu cepat usang. Nilai gelar Sarjana Ilmu Komputer berkurang jika tidak diimbangi pembaruan kemampuan secara rutin.

  3. Teknik Mesin
    Munculnya otomatisasi dan perangkat lunak rekayasa modern membuat sebagian peran insinyur konvensional mulai berkurang. Perannya digantikan dengan kebutuhan keahlian lintas bidang seperti AI dan robotika.

  4. Akuntansi
    AI dalam format perangkat lunak keuangan kini dapat melakukan banyak tugas akuntansi dasar, membuat lulusan baru perlu memiliki kemampuan analisis dan data yang lebih luas.

  5. Biokimia
    Persaingan tinggi dan peluang kerja terbatas di sektor riset murni membuat banyak lulusan berpindah ke bidang farmasi, kesehatan, atau data sains untuk karier yang lebih stabil.

  6. Psikologi (jenjang S1)
    Tanpa studi lanjutan, peluang kerja psikolog cukup sempit. Banyak lulusan S1 psikologi beralih ke HRD, pemasaran, atau bidang konsultasi.

  7. Bahasa Inggris dan Humaniora
    Meski mengasah kemampuan berpikir kritis, bidang ini kurang diminati karena tidak langsung menjamin pekerjaan bergaji tinggi, kecuali dikombinasikan dengan keterampilan digital.

  8. Sosiologi dan Ilmu Sosial
    Relevan untuk riset dan kebijakan publik, namun pasar kerja untuk posisi khusus masih terbatas. Daya saing meningkat jika digabung dengan analisis data sosial.

  9. Sejarah
    Banyak lulusan sejarah beralih ke bidang pendidikan atau komunikasi karena sedikitnya posisi karier di bidang riset sejarah.

  10. Filsafat
    Jurusan ini meningkatkan kemampuan berpikir logis, tetapi prospek kariernya sempit jika tidak dilengkapi dengan keahlian tambahan seperti teknologi, hukum, atau komunikasi.

Jurusan yang Seharusnya Dipelajari

Harvard menyarankan mahasiswa untuk memilih bidang studi yang menggabungkan kemampuan teknis, berpikir kritis, dan pemahaman manusia. Tujuannya bukan hanya mendapatkan pekerjaan tetapi juga siap menghadapi perubahan besar di dunia kerja.

Berikut beberapa jurusan yang direkomendasikan:

  1. Data Science dan Analisis Data
    Bidang ini sangat dicari di berbagai industri, dari keuangan hingga kesehatan. Karena perusahaan membutuhkan ahli yang bisa mengubah data menjadi keputusan strategis.

  2. Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Terapan
    Peningkatan usia harapan hidup dan kebutuhan layanan medis membuat profesi di bidang ini terus tumbuh pesat.

  3. Ilmu Lingkungan dan Keberlanjutan
    Isu perubahan iklim dan energi bersih menjadikan jurusan ini semakin penting di sektor publik maupun swasta.

  4. Pemasaran Digital dan Media Kreatif
    Menggabungkan teknologi, psikologi konsumen, dan kreativitas, cocok untuk era bisnis online dan konten digital.

  5. Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning
    Salah satu bidang dengan pertumbuhan tercepat di dunia, membuka peluang luas di teknologi, otomotif, kesehatan, dan bahkan pendidikan.

  6. Kewirausahaan Berbasis Teknologi
    Bukan sekadar belajar bisnis, tetapi bagaimana menciptakan inovasi, membangun startup, dan memecahkan masalah nyata dengan solusi digital.

Selain itu, laporan Student Choice 2025 juga menyebut teknik, ilmu komputer modern, dan keperawatan sebagai jurusan dengan tingkat "pengembalian investasi pendidikan" yang tinggi. Bidang kreatif seperti desain dan komunikasi juga tetap relevan jika dikombinasikan dengan keterampilan digital dan kemampuan berpikir strategis.

Suka dengan postingan berjudul 10 Jurusan yang Karier Turun, Jurusan Apa yang Tepat?? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "10 Jurusan yang Karier Turun, Jurusan Apa yang Tepat?"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger