
Pasar smartphone entry-level selalu menarik untuk diamati. Di satu sisi, produsen harus menekan biaya agar harga tetap terjangkau. Di sisi lain, mereka juga perlu menghadirkan fitur yang cukup menarik agar perangkat terlihat kompetitif dibanding rival di kelas yang sama.

Situasinya juga semakin menantang dalam beberapa tahun terakhir. Harga smartphone secara umum cenderung naik akibat biaya komponen, distribusi, hingga nilai tukar yang berubah. Dampaknya, ponsel dengan harga sekitar satu jutaan sering kali harus berkompromi cukup banyak di berbagai sektor. Di tengah kondisi tersebut, Xiaomi masih mencoba mempertahankan strategi lama mereka di segmen entry-level - memberikan spesifikasi yang terasa "maksimal" di kelas harganya. Redmi A7 Pro menjadi salah satu contoh pendekatan ini.

Di harga sekitar Rp1.700.000, Redmi A7 Pro mencoba memainkan strategi yang cukup jelas - menghadirkan layar refresh rate tinggi dan baterai besar. Kombinasi ini jarang ditemui secara bersamaan di kelas harga tersebut.

Namun, seperti smartphone entry-level pada umumnya, pendekatan ini juga berarti ada beberapa kompromi di sektor lain. Maka pertanyaan pentingnya adalah - apakah Redmi A7 Pro benar-benar menawarkan nilai terbaik di kelasnya?
Desain dan Layar
Secara keseluruhan desain Redmi A7 Pro terasa simple namun tetap terlihat elegan. Salah satu elemen yang cukup menarik ada pada housing kamera yang menggunakan bentuk obround memanjang.

Dari luar terlihat seperti memiliki dua kamera, meskipun sebenarnya hanya satu kamera yang benar benar berfungsi menangkap gambar.

Pilihan warna yang ditawarkan juga cukup menarik untuk kelas entry. Varian hijau yang kami gunakan misalnya terlihat cukup menonjol namun tetap terasa kalem.

Finishing matte pada bagian belakang juga membantu perangkat terasa lebih bersih dari bekas sidik jari sekaligus memberikan grip yang cukup nyaman saat digenggam. Meski demikian ukuran perangkat memang terasa besar. Dengan layar hampir tujuh inci, ponsel ini bahkan terasa cukup besar di tangan kami yang tergolong besar. Untuk penggunaan satu tangan dalam waktu lama tentu tidak selalu nyaman, tetapi ukuran tersebut sekaligus memberikan keuntungan berupa area layar yang lega untuk menonton video atau bermain game ringan.
Secara keseluruhan desain Redmi A7 Pro tidak mencoba tampil berlebihan, namun tetap berhasil memberikan kesan rapi dan modern untuk smartphone di kelas harga ini. Salah satu daya tarik utama Redmi A7 Pro adalah layar 6,9 inci IPS LCD dengan refresh rate 120Hz. Ini merupakan fitur yang relatif jarang ditemui di smartphone entry-level.
Dalam penggunaan nyata, layar ini memberikan pengalaman scrolling yang terasa cukup halus saat membuka media sosial atau browsing. Untuk aktivitas seperti menonton video atau bekerja ringan di layar besar, ukuran 6,9 inci juga terasa cukup lega. Namun ada beberapa catatan menarik dari penggunaan langsung. Saat pertama kali dinyalakan, karakter warna layar terasa sedikit warm atau cenderung kekuningan. Secara teknis pengaturan warna sebenarnya bisa disesuaikan melalui menu setting, tetapi mendapatkan tone warna yang benar-benar netral tidak selalu mudah.
Meski begitu, secara keseluruhan panel ini masih tergolong layak dipakai untuk penggunaan sehari-hari. Untuk menonton video terasa lega, untuk pekerjaan ringan seperti browsing atau membaca juga masih nyaman. Bahkan untuk bermain game ringan, layar besar dan refresh rate tinggi tetap memberikan pengalaman visual yang cukup menyenangkan. Kompromi utamanya tentu ada pada resolusi yang masih HD+. Pada layar sebesar ini, ketajaman memang tidak setajam panel Full HD. Namun untuk kelas harga Rp1,7 juta, kombinasi layar besar dan refresh rate 120Hz tetap menjadi nilai jual yang cukup menarik.
Performa
Redmi A7 Pro menggunakan chipset Unisoc T7250 yang dipadukan dengan RAM 4 GB. Di tahun 2026 kapasitas RAM ini memang terasa relatif kecil. Beberapa tahun lalu bahkan tidak jarang smartphone di kelas harga ini sudah menawarkan RAM 8 GB. Namun situasi pasar kini berubah. Dengan meningkatnya harga komponen dan biaya produksi, konfigurasi RAM 4 GB di segmen satu jutaan kemungkinan akan kembali menjadi standar baru di kelas entry level.
Untuk memberikan gambaran lebih objektif, kami juga menjalankan beberapa benchmark sintetis:
AnTuTu - 400807
PCMark Work 3.0 - 8686
3DMark Wild Life - 582
3DMark Wild Life Extreme - 162
Secara umum angka ini menempatkan Redmi A7 Pro di kategori entry level modern. Skor AnTuTu menunjukkan perangkat masih cukup untuk menjalankan aktivitas dasar sehari hari seperti browsing, chatting, dan media sosial. Hasil PCMark juga mengindikasikan performa yang masih responsif untuk skenario kerja ringan. Sementara skor 3DMark menegaskan bahwa kemampuan grafisnya memang tidak ditujukan untuk gaming berat, sehingga pengalaman bermain lebih cocok untuk game kasual atau judul kompetitif ringan dengan pengaturan grafis rendah.
Dalam penggunaan nyata, kemampuan gaming perangkat ini lebih tepat digambarkan sebagai kategori tipis tipis bisa. Game kasual dan arcade ringan masih dapat dijalankan tanpa masalah berarti. Beberapa game populer juga kami uji untuk melihat performa gaming secara nyata.
Mobile Legends - rata rata 58 FPS dengan pengaturan resolusi HD, kualitas map Ultra, model karakter Standar, dan efek Tinggi
Free Fire - rata rata 58 FPS dengan pengaturan grafis Smooth
Secara umum hasil ini menunjukkan bahwa Redmi A7 Pro masih mampu menjalankan game populer dengan cukup stabil di kelasnya. Frame rate yang berada di kisaran 58 FPS membuat pengalaman bermain masih terasa cukup nyaman untuk sesi permainan kasual. Namun kemampuan grafis chipset Unisoc T7250 memang tidak ditujukan untuk grafis tinggi atau game berat. Dengan kata lain, perangkat ini lebih cocok untuk game kompetitif ringan atau arcade yang tidak terlalu menuntut performa GPU.
Untuk melihat konsistensi performa saat beban tinggi, kami juga menjalankan pengujian thermal menggunakan CPU Throttling Test dan stress test dari 3DMark. CPU Throttling Test selama 30 menit menunjukkan performa turun hingga sekitar 95 persen dari performa maksimum. Nilai komputasi tercatat sekitar 138124 GIPS maksimum, 135085 GIPS rata rata, dan 126521 GIPS minimum. 3DMark Wild Life Extreme Stress Test mencatat skor terbaik 162 dan skor terendah 156 dengan stabilitas 96,3 persen. 3DMark Wild Life Stress Test mencatat skor terbaik 585 dan skor terendah 577 dengan stabilitas 98,6 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa performa perangkat tergolong cukup stabil untuk kelas entry level. Penurunan performa akibat panas masih relatif kecil dan tidak menunjukkan throttling yang agresif. Dengan kata lain, meskipun chipset yang digunakan bukan untuk performa tinggi, sistem pendinginan dan manajemen daya pada Redmi A7 Pro masih mampu menjaga performa tetap konsisten saat perangkat digunakan dalam beban kerja yang cukup berat.
Baterai
Jika ada satu sektor yang benar-benar menjadi keunggulan utama Redmi A7 Pro, maka jawabannya adalah baterai. Perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 6.000 mAh, angka yang tergolong besar untuk smartphone di kelas entry-level. Dalam pengujian menggunakan PCMark Work Battery Test, perangkat ini mampu mencatatkan daya tahan hingga sekitar 20 jam. Angka tersebut tergolong cukup impresif untuk smartphone di kelas harga ini dan menunjukkan efisiensi konsumsi daya yang baik. Dalam penggunaan sehari-hari seperti browsing, chatting, media sosial, dan menonton video, baterai ini mampu bertahan dengan nyaman seharian bahkan lebih. Namun komprominya ada pada sektor pengisian daya. Redmi A7 Pro masih menggunakan charger 15W. Berdasarkan pengujian pengisian yang kami lakukan, berikut perkembangan daya baterai selama proses charging:
0 menit - 6 persen
391 menit - 25 persen
451 menit - 65 persen
508 menit - 100 persen
Jika dihitung dari awal pengujian hingga penuh, total waktu pengisian berada di kisaran 148 menit atau sekitar dua setengah jam. Hasil ini menunjukkan karakter pengisian yang memang cukup lambat, tetapi masih sejalan dengan penggunaan charger 15W dan kapasitas baterai besar yang mencapai 6000 mAh. Kecepatan ini memang tergolong lambat dibanding smartphone modern, tetapi masih cukup wajar untuk segmen entry-level dengan baterai besar.
Kamera
Di sektor kamera, Redmi A7 Pro membawa kamera utama 13 MP di bagian belakang serta kamera depan 8 MP. Ekspektasi terhadap kamera di kelas harga ini tentu harus realistis. Dalam penggunaan nyata, hasil foto yang dihasilkan memang tidak bisa disebut "social media ready" seperti smartphone kelas menengah. Namun untuk kebutuhan sederhana seperti dokumentasi ringan atau mengunggah story di WhatsApp, kualitasnya masih cukup layak. Pada kondisi cahaya yang cukup, foto masih terlihat jelas dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara pada kondisi cahaya rendah, kualitas gambar mulai menurun dan noise menjadi lebih terlihat. Kamera depan 8 MP juga cukup memadai untuk kebutuhan video call atau selfie kasual. Singkatnya, kamera Redmi A7 Pro tidak dirancang untuk fotografi serius, tetapi masih bisa diandalkan untuk kebutuhan dokumentasi dasar.
Fitur Tambahan dan Software
Redmi A7 Pro sudah menjalankan sistem operasi HyperOS 3. Secara tampilan, antarmuka yang digunakan masih terasa familiar bagi pengguna Xiaomi. Control Center juga masih menggunakan desain yang belum terpisah dari notifikasi seperti pada beberapa perangkat Xiaomi yang lebih baru. Namun sistem ini tetap membawa beberapa fitur yang cukup berguna, terutama bagi pengguna yang memiliki perangkat Xiaomi lain. Fitur interkonektivitas seperti Xiaomi Share dan sinkronisasi papan klip antar perangkat bisa menjadi nilai tambah yang cukup praktis dalam penggunaan sehari-hari. Di sektor audio, perangkat ini masih menggunakan speaker single firing, tetapi tetap menyediakan jack audio 3,5 mm. Ini berarti pengguna masih bisa menggunakan headset kabel untuk telepon maupun mendengarkan musik. Untuk smartphone entry-level, kombinasi fitur ini masih tergolong cukup lengkap.
Kelebihan Redmi A7 Pro
- Layar 120Hz yang jarang ada di kelas harga ini
- Baterai 6.000 mAh dengan daya tahan sangat baik
- Desain minimalis dan cukup nyaman digenggam
- Sistem operasi Android terbaru
- Harga sangat terjangkau
Kekurangan Redmi A7 Pro
- Resolusi layar masih HD+
- Performa terbatas untuk gaming berat
- RAM hanya 4 GB
- Pengisian daya relatif lambat
Kesimpulan Review
Dengan harga sekitar Rp1.700.000, Redmi A7 Pro jelas dirancang untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan pengalaman penggunaan yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Perangkat ini tidak mencoba menjadi smartphone paling bertenaga di kelasnya. Sebaliknya, fokus utama perangkat ini ada pada dua aspek yang benar-benar terasa dalam penggunaan harian - layar yang halus dan baterai yang tahan lama. Memang ada beberapa kompromi seperti resolusi layar yang masih HD+ serta performa chipset yang tergolong standar. Namun kompromi tersebut masih cukup masuk akal mengingat segmen harga yang dituju. Bagi pengguna yang membutuhkan smartphone murah untuk media sosial, komunikasi, streaming, dan penggunaan harian, Redmi A7 Pro merupakan pilihan yang cukup menarik. Namun bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming atau kualitas kamera lebih tinggi, mungkin ada opsi lain di kelas harga sedikit lebih tinggi yang bisa memberikan pengalaman lebih baik. Redmi A7 Pro adalah smartphone entry-level yang menawarkan nilai cukup baik di kelas Rp1,7 juta, terutama bagi pengguna yang mencari layar halus dan baterai tahan lama dalam satu paket yang terjangkau.

0 Response to "Review Redmi A7 Pro: Layar 120Hz dan Baterai Besar Hanya Rp1 Jutaan"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.