
JAKARTA — Perusahaan penyedia layanan internet, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) sedang mengeksplorasi peluang bisnis baru dengan memperluas aktivitas usahanya di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Langkah ini ditandai dengan rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46523 yang mencakup distribusi perangkat telekomunikasi, mulai dari router, switch hingga perangkat fiber optik.
Direktur INET, Willy Usulangi, menjelaskan bahwa penambahan lini usaha ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas rantai nilai bisnis. "Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia layanan konektivitas, tetapi juga menjadi distributor perangkat telekomunikasi," ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan core business perusahaan sebagai penyedia jasa internet dan penyewaan fiber optik. Dengan memasukkan kegiatan perdagangan besar telekomunikasi, INET berharap dapat memperluas rantai nilai dari sekadar penyedia infrastruktur dan layanan konektivasi menjadi pelaku aktif dalam distribusi perangkat, komponen, serta solusi telekomunikasi.
Peluang Bisnis yang Menjanjikan
Pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 80,66% atau setara dengan 229,4 juta pengguna pada 2025 menjadi salah satu alasan utama perusahaan mengambil langkah ini. Selain itu, tren pergeseran dari penggunaan mobile data ke fixed broadband atau WiFi rumah juga terus meningkat.
Perubahan ini mendorong permintaan perangkat infrastruktur jaringan tetap seperti fiber to the home (FTTH), optical line terminal (OLT), optical network terminal (ONT), router, dan switch. Perseroan melihat potensi pasar yang luas, dengan lebih dari 300 perusahaan penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia sebagai basis pelanggan potensial. Selain itu, INET juga membidik segmen operator telekomunikasi, sektor korporasi, instansi pemerintah, hingga kawasan properti sebagai target pasar.
Proyeksi Keuangan yang Menguntungkan
Dari sisi proyeksi keuangan, kegiatan usaha baru ini diperkirakan akan memberikan tambahan laba bersih secara bertahap. Pada 2026, laba bersih diperkirakan mencapai Rp4,66 miliar, dan meningkat hingga Rp15,72 miliar pada 2030. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial, dengan nilai net present value (NPV) positif sebesar Rp82,77 miliar dan profitability index (PI) mencapai 4,83.
Manajemen INET menilai bahwa integrasi bisnis antara layanan konektivitas dan perdagangan perangkat akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang margin yang lebih besar. Namun, perseroan tetap memantau kebutuhan tambahan modal kerja serta pengelolaan persediaan dan rantai pasok.
Langkah Berikutnya
Untuk merealisasikan rencana ini, INET akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026.
Melalui ekspansi ini, perseroan berharap dapat memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari masifnya digitalisasi di berbagai sektor.
Sebelumnya, INET dikenal sebagai penyedia layanan internet dan penyewaan fiber optik melalui entitas anak. Dengan ekspansi ke perdagangan perangkat, perseroan berupaya memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri yang semakin kompetitif.

0 Response to "Sinergi Inti (INET) Perluas Bisnis dengan Lini Baru Telekomunikasi"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.