
Penyelidikan Pengiriman Chip AI ke China Melibatkan Perusahaan di Thailand
Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan pengiriman server yang dilengkapi dengan chip artificial intelligence (AI) Nvidia ke Tiongkok melalui sebuah perusahaan di Thailand. Grup Alibaba diduga menjadi salah satu pihak yang menerima barang tersebut. Kasus ini menunjukkan adanya skema pengiriman yang melanggar aturan ekspor dari AS.
Pengungkapan Skema Pengiriman Chip Ilegal
Penyelidikan bermula dari surat dakwaan yang diajukan di pengadilan federal New York pada Maret 2026. Dokumen tersebut menyebut bahwa perusahaan Super Micro Computer Inc. menjual server senilai 25 miliar dolar AS kepada "Company-1" di Asia Tenggara, yang kemudian dikirim ke Tiongkok meskipun ada larangan ekspor dari AS. Company-1 yang dimaksud adalah OBON Corp, sebuah perusahaan teknologi di Bangkok.
Jaksa menjelaskan bahwa Super Micro mengirimkan server rakitan AS ke Taiwan, lalu dilanjutkan ke Thailand. Di sana, perangkat tersebut dikemas ulang tanpa merek untuk menutupi identitas asli barangnya. Pihak ketiga juga digunakan sebagai perantara untuk mempersulit pelacakan bea cukai. Super Micro membantah tuduhan ini dan menyatakan akan menyelesaikannya di pengadilan. Perkara ini tercatat sebagai dugaan pelanggaran ekspor chip AI terbesar sejak aturan pembatasan AS berlaku pada 2022.
Peran OBON Corp dalam Pengembangan AI di Thailand
OBON Corp berperan penting dalam pengembangan AI di Thailand melalui pembentukan layanan komputasi awan Siam AI pada Mei 2024. OBON menyatakan akan memasang server Nvidia di pusat data Bangkok untuk Siam AI Cloud. Layanan ini kemudian menjadi mitra resmi pertama Nvidia Cloud Partner di Thailand pada Desember 2024.
Keponakan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Ratanaphon Wongnapachant, tercatat menjabat sebagai CEO OBON sekaligus CEO Siam AI. Saat diwawancarai, Ratanaphon menyatakan telah keluar dari OBON saat mendirikan Siam AI dan enggan mengomentari kasus tersebut. Ia hanya menjawab hal-hal tentang Siam AI, dan menyatakan bahwa perusahaan ini tidak terlibat dalam kasus tersebut. Siam AI mengimpor kartu grafis (GPU) hanya untuk dipakai sendiri.
Status hubungan antara OBON dan Siam AI saat ini belum dijelaskan lebih lanjut. Namun, OBON tetap menjadi fokus pemeriksaan karena diduga menjadi jalur transit server Super Micro menuju Tiongkok.
Alibaba Membantah Tuduhan Menerima Server Chip Nvidia dari Thailand
Grup Alibaba membantah tuduhan menerima server chip Nvidia dari jalur Thailand. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan bisnis dengan Super Micro, OBON, atau perantara yang disebut dalam dakwaan. "Kami tidak terlibat dalam dugaan pengiriman barang ilegal tersebut. Saat ini kami juga tidak memakai, dan tidak pernah memakai chip Nvidia yang dilarang di pusat data kami," kata juru bicara Alibaba.
Meski demikian, pihak Alibaba tidak menjawab pertanyaan terkait potensi penggunaan chip tersebut oleh perusahaan cabang di luar pusat data resmi mereka, atau penggunaannya sebelum larangan ekspor berlaku. Di sisi lain, juru bicara Nvidia menekankan bahwa seluruh mitra bisnis diwajibkan mematuhi aturan ekspor dengan ketat. Nvidia mengklaim proses pemeriksaan yang mereka lakukan turut membantu pemerintah AS membongkar jaringan pengiriman ini. "Kepatuhan terhadap aturan adalah dasar dari seluruh ekosistem kami, dan kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menegakkan hukum," kata juru bicara Nvidia.

0 Response to "Penyelidikan dugaan pengiriman chip Nvidia ke Tiongkok melalui perusahaan Thailand"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.