DeepSeek Kembangkan Chip AI Sendiri, Kurangi Ketergantungan pada Nvidia dan Huawei


Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, sedang mengembangkan chip AI sendiri. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada produk perusahaan lain seperti Nvidia dan Huawei.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Reuters, tiga sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebutkan bahwa chip AI yang dikembangkan DeepSeek dirancang khusus untuk kebutuhan inference. Proses inference adalah bagian dari komputasi AI yang digunakan ketika model yang telah dilatih memberikan jawaban atau menjalankan tugas bagi pengguna.

Berbeda dengan chip yang digunakan untuk pelatihan model AI, chip inference umumnya lebih hemat daya dan lebih murah. Segmen pasar ini diprediksi akan menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat seiring peningkatan penggunaan AI dalam berbagai aplikasi. Jika proyek ini berhasil, DeepSeek bisa mengurangi ketergantungannya terhadap chip Nvidia dan Huawei yang selama ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI mereka.


Kabar tentang pengembangan chip AI oleh DeepSeek sempat memengaruhi saham Nvidia. Pada perdagangan prapasar di Amerika Serikat, saham Nvidia turun sekitar 1,6 persen. Analis Radio Free Mobile, Richard Windsor, mengatakan dampak terhadap Nvidia akan sangat terbatas.

"Nvidia hampir tidak memiliki pasar di China dan kemungkinan akan tetap seperti itu. DeepSeek juga hampir tidak memiliki peluang menjual chip di luar China tanpa akses ke manufaktur semikonduktor paling canggih," ujarnya, merujuk pada laporan Reuters.

Sebelumnya, DeepSeek menggunakan kombinasi chip Nvidia dan Huawei. Model fondasi yang menjadi dasar model penalaran R1 dilatih menggunakan Nvidia H800, sebuah chip khusus untuk pasar China yang kemudian dilarang oleh pemerintah Amerika Serikat pada 2023. Setelah pembatasan ekspor tersebut, DeepSeek semakin bergantung pada ekosistem Huawei. Pada April 2026, perusahaan meluncurkan model V4 yang dioptimalkan untuk chip Huawei Ascend. Huawei juga menyatakan bahwa proses pelatihan model V4-Flash memanfaatkan sebagian proses komputasi menggunakan chip Ascend.


Di sisi lain, Huawei mengalami lonjakan permintaan chip AI di pasar domestik setelah Amerika Serikat membatasi ekspor chip AI tercanggih Nvidia ke Tiongkok. Saat ini, Huawei menguasai sekitar separuh pasar chip AI China yang bernilai sekitar 50 miliar dolar AS. Namun, posisi Huawei mulai menghadapi persaingan baru. Alibaba dan Baidu juga mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Kini, DeepSeek ikut masuk ke dalam persaingan tersebut.

Menurut sumber Reuters, proyek pengembangan chip DeepSeek dimulai sekitar satu tahun lalu. Perusahaan telah berdiskusi dengan perusahaan desain chip, pabrik semikonduktor, serta produsen memori. DeepSeek juga diam-diam merekrut lebih banyak insinyur desain chip tanpa memasang lowongan di platform rekrutmen publik.

Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, sebelumnya mengakui bahwa pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Meski demikian, DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan pengembangan chip tersebut.

Suka dengan postingan berjudul DeepSeek Kembangkan Chip AI Sendiri, Kurangi Ketergantungan pada Nvidia dan Huawei? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "DeepSeek Kembangkan Chip AI Sendiri, Kurangi Ketergantungan pada Nvidia dan Huawei"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger