Landing Kabel Nongsa Changi Tandai Era Koneksi Digital Tanpa Jeda

Peta Digital Asia Tenggara Memasuki Era Baru


Peta digital Asia Tenggara kini memasuki babak baru dengan hadirnya infrastruktur kabel laut Nongsa Changi Cable (NCC) yang resmi mendarat di Batam. Proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Singapura, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan tersebut.

NCC bukan sekadar kabel biasa. Proyek ini dirancang sebagai "jalan tol" informasi dengan rute terpendek yang menghubungkan kedua negara, menjanjikan koneksi data dengan latensi sangat rendah. Dengan demikian, NCC siap mendukung era kecerdasan buatan (AI) dan layanan digital lainnya yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas tinggi.

Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara anak usaha Telkom Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), bersama BW Digital, serta didukung oleh Nongsa Digital Park (NDP). Kehadiran NCC menjadi tonggak penting dalam menjadikan Batam sebagai gerbang digital utama di Asia Tenggara.

Keunggulan Teknis NCC

Kabel sepanjang 50 kilometer ini menjadi rute terpendek yang menghubungkan Batam dan Singapura. Dengan jarak yang sangat singkat, NCC mampu menghasilkan latensi sangat rendah, yakni di bawah 2 milidetik, serta kapasitas transmisi data yang sangat besar, mencapai lebih dari 1,6 Petabit per detik.

Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto memberikan perumpamaan menarik mengenai efisiensi NCC. Ia membandingkan jarak Changi-Nongsa yang 50 kilometer dengan jarak Jakarta-Bogor. "Jaraknya sama-sama 50 kilometer. Bedanya, ke Bogor bisa satu jam lebih karena macet, tapi di jalur digital NCC ini kecepatannya 0,2 milidetik—tidak ada macet. Ini adalah fondasi fisik bagi koridor digital baru kita," ujar Airlangga.

Ia menambahkan bahwa kapasitas 1,6 Petabit ini menjadi sektor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8% melalui ekosistem AI dan Cloud.

Peran Penting NCC dalam Ekonomi Digital

Airlangga juga memaparkan data pertumbuhan digital Indonesia yang masif. Saat ini, jumlah pengguna internet telah mencapai 235,26 juta orang, dengan pelanggan broadband tetap sebanyak 99,5 juta. Ia menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai pasar AI potensial terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang—sebuah pasar yang diprediksi terus menguat seiring dengan pertumbuhan ekosistem digital nasional.

Wakil PM Singapura, Gan Kim Yong, turut mengapresiasi proyek ini sebagai bukti semakin dalamnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi modern. "Kekuatan kita antara Batam dan Singapura, antara Indonesia dan Singapura, saling melengkapi. Proyek seperti kabel Nongsa-Changi sangatlah penting. Kabel ini akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam serta membantu bisnis beroperasi lintas batas."

Komitmen TelkomGroup dalam Membangun Infrastruktur Digital

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menjelaskan bahwa pendaratan NCC merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Investasi untuk NCC mencakup sekitar 15% dari total belanja modal (CAPEX) tahunan Telin.

"Rute terpendek berarti latensi terbaik. Ini krusial bagi para hyperscalers. Proyek ini selaras dengan strategi TLKM 30 untuk memperkuat infrastruktur digital nasional yang mampu bersaing di kancah global," kata Dian.

Ia menambahkan bahwa NCC juga menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang lebih terhubung dan berdaya saing. "Infrastruktur strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan ketahanan digital Indonesia, tetapi juga memberikan keberagaman jalur dan konektivitas yang semakin kuat bagi Singapura sebagai hub digital regional."

Dampak Ekonomi dan Inovasi

Selain memperkuat kedaulatan digital nasional, Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro menambahkan bahwa investasi strategis seperti NCC juga berperan dalam mendorong inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri. Ia turut menyoroti nilai ekonomi dari pembangunan NCC.

"Investasi pada infrastruktur digital seperti NCC tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pusat data, penyerapan tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha lokal. Pendaratan kabel ini bukan sekadar kabel di tepi pantai. Ini adalah katalis yang menumbuhkan industri pusat data, menyerap tenaga kerja lokal, dan melibatkan mitra kontraktor daerah. Efek multiplier-nya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam secara signifikan," ujar Setyanto saat press conference.

Tahapan Integrasi dan Target Operasional

Meski seremoni pendaratan telah dilakukan, kabel NCC masih akan melewati tahap integrasi akhir sebelum melayani pelanggan secara penuh pada akhir September 2026. CEO Telin, Abdul Rahman Ansory, menjelaskan bahwa momen landing ceremony ini menandai tuntasnya konstruksi segmen laut (marine construction).

"Milestone hari ini memastikan kabel dari segmen laut telah mendarat di daratan. Tahap berikutnya adalah menyambungkan kabel tersebut ke jaringan darat untuk kemudian diterminasi di Cable Landing Station (CLS). Jika seluruh proses berjalan lancar, kami menargetkan NCC akan beroperasi penuh atau Ready for Service (RFS) pada akhir September 2026," jelas Abdul Rahman di sela-sela acara.

Dari sisi teknis, Abdul Rahman menjelaskan NCC dirancang dengan empat pilar utama: rute unik, latensi rendah, keragaman lokasi pendaratan, dan akses langsung Data Center-to-Data Center (DC-to-DC). "Pendaratan kabel ini memberikan kemerdekaan bagi pelanggan untuk melakukan koneksi langsung antar-pusat data tanpa gangguan di tengah jalan. Tujuannya jelas: membuka pipa data jauh lebih lebar dan memberikan akses jauh lebih cepat," tegas Abdul Rahman.

Masa Depan NCC dan Pertumbuhan Digital

Infrastruktur NCC memastikan Indonesia siap menjadi pusat gravitasi data center di Asia Tenggara, didukung oleh jalur data tercepat dan terpendek yang pernah ada di selat antara Batam-Singapura. Dengan adanya NCC, Indonesia semakin siap menjadi bagian integral dari ekosistem digital global.

Suka dengan postingan berjudul Landing Kabel Nongsa Changi Tandai Era Koneksi Digital Tanpa Jeda? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Landing Kabel Nongsa Changi Tandai Era Koneksi Digital Tanpa Jeda"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger