
Transformasi Digital yang Berkelanjutan dan Inklusif
Indonesia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana melestarikan kekayaan budaya nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya memperkuat kerangka digital yang inklusif, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa ruang digital harus mampu mengakomodasi bahasa daerah, pengetahuan masyarakat adat, dan komunitas lokal agar berkembang seiring kemajuan teknologi.
Meutya menekankan bahwa ukuran keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun besarnya nilai ekonomi digital, melainkan juga oleh kemampuannya menjaga keragaman budaya, memperluas akses masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang merata. "Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital," ujar Meutya saat berbicara dalam WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable.
Kerja Sama Global untuk Kemanfaatan yang Merata
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengajak negara-negara lain memperkuat kerja sama global agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata. Menurut pemerintah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, alih teknologi, pembiayaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan negara berkembang dalam penyusunan tata kelola digital dunia menjadi faktor penting untuk menciptakan transformasi digital yang inklusif.
Pemerintah terus memperkuat ekosistem digital nasional melalui beberapa langkah strategis, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan literasi dan keterampilan digital, penguatan tata kelola data, peningkatan keamanan siber, pengembangan infrastruktur digital publik, hingga pemanfaatan teknologi-teknologi baru. Upaya-upaya ini diselaraskan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 guna menghadirkan layanan publik yang semakin mudah dijangkau dan berkualitas.
Penguatan Infrastruktur Digital
Sebagai bentuk implementasi, pemerintah telah mengoperasikan Satelit SATRIA-1, mengoptimalkan jaringan Palapa Ring, serta memperluas cakupan layanan 5G untuk memperkuat konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. "Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan konektivitas. Transformasi digital harus menciptakan produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Meutya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengembangkan ekonomi digital nasional yang saat ini bernilai sekitar 100 miliar dolar AS atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN. Nilai tersebut ditargetkan meningkat menjadi 200 miliar dolar AS pada 2030.
Perlindungan Masyarakat di Ruang Digital
Selain itu, pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan tersebut mewajibkan platform digital menerapkan mekanisme verifikasi usia, klasifikasi tingkat risiko layanan, serta memperkuat sistem pelindungan bagi anak.
Indonesia juga menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan artifisial harus berorientasi pada manusia dengan menjunjung prinsip etika, transparansi, akuntabilitas, penghormatan terhadap privasi, hak asasi manusia, serta keberagaman budaya sebagai landasan utama dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan.
Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan Digital
Beberapa langkah strategis yang dilakukan pemerintah termasuk:
- Pengembangan infrastruktur digital yang mencakup pembangunan jaringan 5G dan satelit.
- Peningkatan literasi dan keterampilan digital masyarakat.
- Penguatan tata kelola data dan keamanan siber.
- Pemenuhan standar etika dan transparansi dalam penggunaan teknologi.
- Penguatan kerja sama internasional untuk menciptakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kekayaan budaya dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

0 Response to "Meutya Hafid: Transformasi Digital Perlu Jaga Budaya, Bukan Hanya Teknologi"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.