Petani diangkut drone 1,5 km di Tuban, ini penjelasan pemiliknya


Video yang menampilkan seorang pekerja perkebunan diangkut menggunakan drone viral di media sosial. Rekaman tersebut diunggah melalui akun TikTok mbahkaruhon.tiktok.com1 dan telah ditonton jutaan kali.

Dalam video itu terlihat seorang pekerja diterbangkan menggunakan tali yang terhubung ke drone pertanian berkapasitas besar. Keterangan pada unggahan menyebut drone digunakan untuk mengantar pekerja dari lahan menuju lokasi parkir kendaraan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto, membenarkan drone dalam video tersebut merupakan milik perusahaannya. Namun, dia menegaskan orang yang diangkut bukan dirinya.

"Bukan saya yang naik drone. Yang naik drone itu kepala pekerja area, dia mitra saya," kata Budianto saat dihubungi, Senin (6/7).

Menurut Budianto, video itu direkam di salah satu lahan perkebunan yang dikelola perusahaannya di kawasan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Dia menjelaskan penggunaan drone bermula dari sulitnya akses menuju lahan yang berada di kawasan berlumpur dekat pantai.

"Akses jalannya enggak bisa (dilalui kendaraan) karena memang belum ada jalan," ujarnya.

Karena kondisi tersebut, perusahaan memanfaatkan drone pertanian berkapasitas besar sebagai solusi untuk mengangkut kebutuhan operasional menuju lahan.

Awalnya, drone digunakan untuk membawa air dan pestisida. Setelah dimodifikasi dengan melepas tangki air, drone dimanfaatkan untuk mengangkut pupuk, bibit, dan perlengkapan pertanian lainnya.

"Itu kapasitasnya bisa membawa sekitar 150 liter air. Setelah dimodifikasi, kami gunakan untuk membawa pupuk dan bibit," katanya.

Budianto mengungkapkan drone merek DJI Agras T100 dengan harga yang tak murah, berkisar antara Rp320 juta-Rp350 juta per unit.

Drone itu dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan di lahan yang sulit dijangkau, termasuk mengangkut logistik pertanian sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

Menurut dia, video pekerja yang diangkut drone sebenarnya dibuat hanya untuk konten media sosial.

"Itu sebenarnya buat konten saja. Iseng mencoba apakah drone kuat mengangkat pekerja dengan berat sekitar 60 sampai 70 kilogram. Ternyata bisa," ujarnya.

Di luar dugaan, video tersebut mendapat perhatian besar dari warganet hingga ditonton jutaan kali dan dibagikan ribuan kali.

Meski demikian, Budianto mengakui drone pertanian tersebut pada dasarnya tidak dirancang untuk mengangkut manusia.

Karena itu, penggunaan drone untuk membawa pekerja hanya dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Prosesnya juga dilakukan satu orang setiap penerbangan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

“Kami ya mikir keamanan juga. Jadi, satu-satu, naiknya pelan-pelan, menurunkan juga pelan-pelan,” tuturnya.

Adapun pekerja lainnya tetap menuju lokasi perkebunan dengan berjalan kaki.

Suka dengan postingan berjudul Petani diangkut drone 1,5 km di Tuban, ini penjelasan pemiliknya? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Petani diangkut drone 1,5 km di Tuban, ini penjelasan pemiliknya"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger