
Peningkatan Produksi Padi di Lahan Percontohan ACEZ-NU
Produksi padi di lahan percontohan Program Agriculture Circular Economy Zone-Nahdlatul Ulama (ACEZ-NU) di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, meningkat sebesar 106,8 persen setelah penerapan inovasi pertanian berbasis bionutrient. Hasil panen yang sebelumnya hanya mencapai sekitar 950 kilogram kini naik menjadi 1.965 kilogram pada panen kali ini di lahan seluas 840 meter persegi.
Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan peningkatan hasil produksi, tetapi juga membuktikan bahwa teknologi pertanian modern dapat diterapkan secara efektif dalam skala kecil. Teknologi bionutrient yang digunakan mampu mempercepat masa tanam hingga kurang dari tiga bulan, sehingga mengurangi waktu antara tanam dan panen.
Teknologi Bionutrient Tingkatkan Produktivitas
Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU, Asrul Raman, menjelaskan bahwa peningkatan produksi tersebut menjadi temuan penting dari penerapan teknologi pertanian di lahan percontohan ACEZ-NU. Ia menyatakan bahwa pada musim panen sebelumnya, hasil dari lahan ini sekitar 950 kilogram. Setelah penerapan teknologi dan penggunaan bionutrient, panen kali ini mencapai 1.965 kilogram. Jadi peningkatannya lebih dari dua kali lipat.
Teknologi bionutrient juga digunakan untuk membantu memperbaiki unsur hara tanah sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai kerentanan, termasuk serangan hama. Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih besar, tetapi juga memiliki tanaman yang lebih sehat dan tahan terhadap ancaman lingkungan.
Tak Hanya Panen, Petani Juga Belajar Teknologi
Asrul menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan hasil produksi, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan petani dalam menerapkan teknologi pertanian. Ia menjelaskan bahwa yang ingin dibangun bukan hanya peningkatan hasil panen, tetapi juga adanya pengetahuan yang tumbuh, teknologi yang dipelajari petani, ekosistem yang dibangun, dan pada akhirnya memperkuat kemandirian petani.
Panen perdana Beras NU berlangsung pada 6-7 Juli 2026 sebagai tahap awal pengembangan model pertanian berkelanjutan yang memadukan teknologi, pemulihan kualitas tanah, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan ekosistem pertanian. Model yang diterapkan di Malingping tersebut diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah guna meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi yang Kuat dalam Pengembangan ACEZ-NU
Program ACEZ-NU melibatkan berbagai pihak seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), kelompok tani, pemerintah daerah, serta Radiance Agritech Inc. Taiwan. Keterlibatan berbagai stakeholder ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Dengan pendekatan kolaboratif, ACEZ-NU tidak hanya fokus pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pertanian yang saling mendukung. Hal ini mencakup pelatihan teknologi, penguatan kapasitas petani, serta pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah menunjukkan hasil yang signifikan, program ACEZ-NU masih menghadapi tantangan dalam hal skala dan reproduksi model di wilayah lain. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, agar model ini dapat dikembangkan secara luas.
Selain itu, pentingnya edukasi dan pelatihan bagi petani juga harus terus ditingkatkan. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, petani akan lebih siap menghadapi tantangan di bidang pertanian, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar.

0 Response to "Teknologi Bionutrien Tingkatkan Produksi Padi 106,8 Persen di Lebak"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.