
Pemanfaatan AI di Dunia Bisnis: Peluang dan Tantangan
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari aktivitas bisnis di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan, sekaligus membuat proses analisis data menjadi lebih efisien. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan AI juga membawa tantangan baru yang tidak bisa diabaikan perusahaan, terutama terkait keamanan data dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, menyampaikan bahwa organisasi pada dasarnya tidak lagi dapat mengabaikan perkembangan AI karena teknologi tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan bagi perusahaan saat ini bukan lagi menentukan apakah akan menggunakan AI atau tidak, melainkan bagaimana teknologi tersebut diterapkan secara aman dan bertanggung jawab.
Perusahaan Diminta Punya Aturan Penggunaan AI
Dalam kegiatan Fortinet Security Summit Indonesia 2026, Surabaya Edition yang berlangsung di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Edwin menjelaskan bahwa AI sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa kita abaikan. Tetapi penerapannya membutuhkan aturan dan guideline. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah data. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari aplikasi AI, pengguna umumnya perlu memberikan informasi atau data yang lebih banyak.
Dalam lingkungan perusahaan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena tidak semua informasi dapat dimasukkan begitu saja ke aplikasi AI. Edwin menjelaskan, ketika seseorang memasukkan informasi ke dalam aplikasi AI, informasi tersebut menjadi bagian dari proses yang digunakan oleh sistem. Karena itu, perusahaan perlu menentukan jenis informasi yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam aplikasi AI. Perusahaan juga perlu membuat kebijakan internal mengenai penggunaan AI oleh karyawan.
Security Awareness Tak Cukup Soal Phishing
Program security awareness juga perlu diperluas dengan memasukkan pemahaman mengenai penggunaan AI. Karyawan tidak cukup hanya mengetahui ancaman seperti phishing maupun penggunaan kata sandi yang tidak aman. Mereka juga perlu memahami bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab, termasuk mengetahui jenis data yang aman untuk dimasukkan ke dalam aplikasi AI dan informasi yang harus dilindungi.
AI Bisa Jadi Alat Memperkuat Keamanan Siber
Di sisi lain, AI tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keamanan perusahaan. Edwin menjelaskan, AI dapat membantu tim keamanan bekerja lebih cepat, teliti, dan akurat, terutama dalam menangani proses yang membutuhkan analisis data dalam jumlah besar. Teknologi tersebut dapat membantu proses yang membutuhkan analisis dalam jumlah besar dan mempercepat respons terhadap ancaman.
Meski demikian, pemanfaatan AI untuk keamanan harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi teknologi AI itu sendiri. Karena itu, terdapat dua pendekatan yang perlu diperhatikan perusahaan, yakni AI for Security dan Security for AI.
Teknologi Canggih Tetap Butuh SDM Kompeten
Selain keamanan data, kesiapan sumber daya manusia menjadi tantangan lain dalam penerapan teknologi di perusahaan. Edwin menilai teknologi keamanan yang semakin canggih tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila organisasi tidak memiliki tenaga dengan kemampuan yang sesuai untuk mengoperasikannya. Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti memiliki kendaraan tanpa pengemudi. Perusahaan dapat membeli teknologi, melakukan pemeliharaan, dan menyediakan infrastruktur yang diperlukan. Namun, tetap dibutuhkan manusia dengan keterampilan yang memadai untuk menjalankan teknologi tersebut.
Kesenjangan keterampilan keamanan siber menjadi salah satu persoalan yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian. Investasi perusahaan, kata dia, seharusnya tidak hanya diarahkan untuk membeli teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan tenaga kerja. Pelatihan, sertifikasi, edukasi, dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi keamanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keamanan Siber Jadi Tanggung Jawab Bersama
Penguatan kemampuan keamanan juga dinilai tidak boleh hanya dilakukan pada tim teknologi informasi. Menurut Edwin, keamanan siber merupakan tanggung jawab seluruh bagian dalam organisasi. “Security harus menjadi shared responsibility. Bukan hanya tanggung jawab satu bagian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesadaran mengenai keamanan perlu dibangun menjadi budaya organisasi. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keamanan, mulai dari cara menggunakan perangkat, mengelola data, hingga mematuhi kebijakan perusahaan dalam menggunakan teknologi.
Surabaya Dinilai Punya Potensi Jadi Hub Keamanan Siber
Dalam konteks Surabaya, Edwin menilai kegiatan seperti Security Summit memiliki peran penting. Surabaya merupakan salah satu pusat ekonomi dan teknologi di luar Jakarta sehingga memiliki potensi menjadi salah satu titik pengembangan keamanan siber untuk wilayah Indonesia bagian timur. Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai sekitar 225 orang, melampaui target awal sebanyak 200 peserta.
Selain sesi berbagi mengenai perkembangan teknologi, kegiatan tersebut turut menghadirkan sesi pelatihan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keamanan siber.
AI Perlu Diadopsi dengan Pendekatan Seimbang
Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, Edwin menilai perusahaan perlu mengambil pendekatan yang seimbang. AI tidak perlu dihindari karena teknologi tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi produktivitas dan inovasi. Namun, pemanfaatannya harus disertai aturan yang jelas, kesadaran keamanan, keterampilan SDM, serta sistem perlindungan yang memadai.

0 Response to "Adopsi AI Perlu Dikawal Keamanan Data dan Peningkatan Keterampilan Karyawan"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.