Malaysia Perkuat Investasi Pusat Data Berbasis AI, Tuju Jadi Pusat Asia Tenggara


Malaysia terus memperkuat upaya menarik investor baik domestik maupun asing untuk membangun pusat data atau data center di tengah meningkatnya permintaan fasilitas tersebut akibat perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI). Negara ini memanfaatkan kedekatannya dengan Singapura, yang merupakan pusat keuangan dan logistik Asia Tenggara. Malaysia menawarkan lahan luas untuk pembangunan data center, khususnya di wilayah Johor yang berada tepat di utara Singapura dan terhubung melalui jalan lintas.

Di Johor, pembangunan data center berkembang pesat. Struktur bangunan besar yang menyerupai gudang kini berdiri di atas lahan yang sebelumnya digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit. Pembangunan lebih lanjut juga masih berlangsung di lahan-lahan kosong.

Data center menampung server yang menyimpan dan memproses data untuk mendukung berbagai layanan teknologi informasi dan AI generatif. Namun, fasilitas tersebut membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk pemrosesan data serta air untuk mendinginkan peralatan.

Menurut JLand Group, pengembang yang terkait dengan pemerintah negara bagian Johor, salah satu kawasan data center tersebut memiliki luas sekitar 5,6 kilometer persegi. Sekitar separuh kawasan telah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan.

Permintaan terhadap fasilitas tersebut juga menarik perusahaan dari berbagai negara. Kebijakan luar negeri Malaysia yang dinilai netral membuat perusahaan asal Amerika Serikat dan Tiongkok masuk ke pasar tersebut, sementara perusahaan-perusahaan Eropa juga ikut berinvestasi.

Kebutuhan listrik di kawasan tersebut mencapai sekitar 1.700 megawatt per Agustus, menurut pengembang. Pengembangan kawasan itu dimulai sekitar 2015 dan semakin berkembang sejak 2019. Saat itu, Singapura mulai membatasi pembangunan data center baru karena kekhawatiran terhadap keterbatasan lahan dan pasokan listrik.

Ledakan penggunaan AI kemudian semakin mendorong investasi di sektor tersebut. Bank sentral Malaysia menyebut investasi terkait AI turut membantu perekonomian negara itu mencatat pertumbuhan 5,2 persen pada 2025.

Meski demikian, pembangunan data center tidak otomatis menciptakan banyak lapangan kerja. Sebagian besar pekerjaan di fasilitas tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan pengelolaan operasional.

Faezah Ayub, general manager senior bidang kemitraan strategis dan pengembangan bisnis JLand Group, mengatakan Malaysia tidak hanya ingin memperbanyak data center. "Tujuannya bukan sekadar menarik lebih banyak data center, tetapi membangun ekosistem infrastruktur digital yang berkelanjutan," kata Faezah.

Menurut dia, ekosistem tersebut harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keamanan sumber daya, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Namun, investasi besar tersebut juga mendapat sejumlah catatan. Amir Fareed Abdul Rahim, direktur strategi KRA Group, menyambut investasi di sektor data center. Namun, dia mempertanyakan kesiapan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi AI Malaysia. "Belum ada desain kebijakan yang substantif," ujarnya.

Pertumbuhan bisnis data center juga memicu kekhawatiran lingkungan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Di Johor, sejumlah warga mengeluhkan debu akibat pembangunan serta potensi kekurangan air yang dapat muncul akibat meningkatnya kebutuhan fasilitas data center.

Faezah membela pembangunan tersebut. Dia mengatakan Johor memiliki pasokan listrik dan sumber daya air yang cukup untuk mendukung pembangunan yang berjalan maupun yang telah direncanakan. Pemerintah negara bagian, lanjutnya, juga terus mendorong penggunaan energi berkelanjutan dan energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan industri data center.

Suka dengan postingan berjudul Malaysia Perkuat Investasi Pusat Data Berbasis AI, Tuju Jadi Pusat Asia Tenggara? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Malaysia Perkuat Investasi Pusat Data Berbasis AI, Tuju Jadi Pusat Asia Tenggara"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger