Mobil listrik nasional i2C masuk tahap prototipe, target produksi massal 2027

Proyek Mobil Listrik Nasional Indigenous Indonesian Car (i2C) Memasuki Fase Pengembangan Lanjutan

Proyek mobil listrik nasional Indigenous Indonesian Car (i2C) yang dikembangkan oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) telah memasuki fase pengembangan lanjutan. Tahap ini mencakup rekayasa kendaraan dan pembuatan prototipe awal, yang menjadi langkah penting dalam proses pengembangan mobil listrik nasional tersebut.

Sebelumnya, mobil ini diperkenalkan dalam bentuk clay model di GIIAS 2025. Dengan perkembangan terkini, TMI menargetkan produksi massal pada tahun 2027–2028. Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, menjelaskan bahwa saat ini pengembangan i2C difokuskan pada pematangan rancangan kendaraan sekaligus pengerjaan struktur sasis. Perseroan juga sedang mempersiapkan showcar dan prototipe awal yang akan menjadi dasar pengembangan mobil listrik nasional tersebut.

“Sejak TMI menampilkan clay model EV i2C di GIIAS 2025, TMI melanjutkan tahap penyempurnaan modelling dan pengembangan skateboard atau sasis dengan target peluncuran showcar dan prototype awal,” kata Harsusanto kepada wartawan, dikutip Sabtu (8/8).

Dari sisi manufaktur, TMI memilih untuk tidak membangun fasilitas produksi baru demi menekan kebutuhan investasi di tahap awal. Produksi i2C nantinya akan memanfaatkan pabrik milik perusahaan otomotif lokal yang masih memiliki kapasitas menganggur, dengan sasaran produksi mencapai 50.000 unit dalam tiga tahun pertama.

Target tersebut akan dicapai secara bertahap. TMI memproyeksikan produksi sebanyak 10.000 unit pada tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 15.000 unit pada tahun kedua dan mencapai 25.000 unit pada tahun ketiga. Skema ini disiapkan agar volume produksi dapat mengikuti perkembangan permintaan pasar domestik.

“TMI sudah berdiskusi dengan pabrikan lokal yang masih idle capacity, dan akan bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujar Harsusanto merincikan strategi manufakturnya.

Buka Peluang Gandeng Desainer Tiongkok

Selain menyiapkan aspek produksi, TMI juga membuka peluang kerja sama teknologi dengan sejumlah perusahaan otomotif dan desain asal Tiongkok. Beberapa nama yang masuk dalam penjajakan tersebut antara lain SAIC dan SGMW sebagai OEM, serta Launch dan Dowway yang bergerak di bidang desain untuk mendukung pengembangan platform kendaraan generasi berikutnya.

Menurut Harsusanto, perkembangan industri kendaraan listrik Tiongkok telah menunjukkan daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi dengan pemain otomotif dari Eropa serta Amerika Serikat. Karena itu, kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperoleh teknologi, tetapi juga memperkuat penguasaan kekayaan intelektual di dalam negeri.

“TMI juga sudah diskusi dengan OEM China, misalnya SAIC, SGMW juga design company seperti Launch dan Dowway untuk pengembangan platform generasi baru,” tutur Harsusanto.

Rencana Pengembangan yang Terstruktur

Rangkaian pengembangan tersebut menjadi tahapan yang harus dilalui TMI sebelum i2C masuk ke produksi dalam skala besar. Dengan memanfaatkan kapasitas manufaktur yang telah tersedia di dalam negeri sekaligus menggandeng mitra teknologi dari luar negeri, proyek i2C diarahkan untuk memperkuat kembali kemampuan industri otomotif nasional.

Strategi Produksi yang Efisien

Strategi produksi TMI dirancang agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Dengan memanfaatkan pabrik-pabrik yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, TMI berharap dapat mengurangi biaya produksi sekaligus mempercepat proses pengembangan mobil listrik nasional.

Adapun rencana produksi yang terstruktur memberikan fleksibilitas bagi TMI untuk menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan pasar. Hal ini sangat penting mengingat permintaan mobil listrik di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan.

Keuntungan Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

Kerja sama dengan perusahaan Tiongkok bukan hanya sekadar transfer teknologi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan inovasi dan pengetahuan. Dengan kolaborasi ini, TMI berharap bisa menghadirkan mobil listrik yang kompetitif baik secara teknologi maupun harga.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, TMI menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan industri otomotif nasional secara mandiri dan berkelanjutan. Proyek i2C diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi industri transportasi Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan inovatif.

Suka dengan postingan berjudul Mobil listrik nasional i2C masuk tahap prototipe, target produksi massal 2027? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Mobil listrik nasional i2C masuk tahap prototipe, target produksi massal 2027"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger