- Vendor smartphone Huawei resmi meluncurkan ponsel lipat tiga generasi kedua, yakni Mate XT 2 Ultimate Design di China, Senin (7/9/2026).
Smartphone ini merupakan suksesor dari Mate XT yang debut pada September 2024 lalu.
Dibanding pendahulunya, Mate XT 2 dibekali desain lipatan yang lebih baru. Ponsel ini kini hanya mendukung mekanisme lipat ke dalam, khususnya untuk bagian layar kanan dan kiri, sehingga menyatu dan menumpuk di layar utama bagian tengah perangkat, seperti sandwich.
Mekanisme lipatan ini mirip dengan Galaxy Z TriFold yang diumumkan tahun lalu.
Konsep tersebut berbeda dari Mate XT Ultimate generasi pertama yang mengombinasikan desain lipatan ke dalam untuk bagian kanan layar dan lipatan ke luar untuk layar bagian kiri. Jika dilihat dari atas, bentuk lipatan tampak zig-zag.
Layar sisi kiri Mate XT generasi pertama juga sekaligus berperan menjadi layar luar (sekunder) yang bisa diakses ketika perangkat terlipat penuh.
Nah, di Mate XT 2, Huawei menambahkan layar sekunder terpisah untuk mengakomodasi aktivitas pengguna saat perangkat dalam kondisi terlipat.
Menurut Huawei, perubahan itu diterapkan demi melindungi layar utama, khususnya ketika perangkat tidak digunakan.
Mate XT 2 juga dilengkapi fitur privasi layar yang disebut Lingdun privacy screen. Huawei menyebutnya sebagai sistem privasi berbasis perangkat keras pertama yang langsung terintegrasi ke layar ponsel lipat.
Sistem tersebut menggunakan susunan dual-pixel independen. Pengguna dapat mengetuk layar luar dua kali atau menekan tombol smart control untuk mempersempit sudut pandang layar.
Dengan begitu, layar tetap dapat dilihat oleh pengguna dari posisi depan, tetapi menjadi lebih sulit dilihat oleh orang yang berada di sisi kiri atau kanan.
Konsep ini persis dengan fitur Privacy Display yang melengkapi ponsel Samsung Galaxy S26 Ultra.
Pengguna juga dapat menegakkan panel luar sehingga bagian layar secara fisik menghalangi pandangan dari samping.
Selain fitur privasi, Mate XT 2 dilengkapi kemampuan analisis ECG dan telah memperoleh sertifikasi perangkat medis Kelas II dari regulator China.
Selain peningkatan tersebut, Mate XT 2 juga dibekali chipset yang lebih baru hingga baterai yang lebih besar.
Layar tahan jatuh dan gores
Huawei Mate XT 2 dibekali layar utama berpanel OLED 10,2 inci dengan resolusi 3K, rasio 12,8:9, refresh rate adaptif 1-120 Hz LTPO, serta teknologi PWM dimming frekuensi tinggi.
Ketika dilipat, pengguna dapat memakai layar luar berukuran 6,5 inci dengan resolusi 2.442 x 1.140 piksel. Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 6.500 nits.
Untuk perlindungan layar, bagian luar menggunakan basalt glass yang diklaim memiliki ketahanan jatuh 30 kali lebih baik dan ketahanan gores 16 kali lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Layar bagian dalam menggunakan struktur komposit berlapis yang meningkatkan ketahanan terhadap benturan hingga 200 persen.
Huawei mendesain ulang mekanisme engsel untuk mempertahankan bodi yang tipis sekaligus memungkinkan perangkat dibuka dan ditutup dengan lebih mulus.
Huawei Mate XT 2 memiliki ketebalan hanya 3,5 mm, sedangkan ketika dilipat ketebalannya menjadi 12,3 mm. Bobotnya mencapai 299 gram, sehingga diklaim sebagai ponsel tri-fold paling ringan.
Smartphone ini memiliki sertifikasi IP58 dan IP59 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air.
Huawei menyebutnya sebagai ponsel tri-fold pertama yang memiliki tingkat perlindungan tersebut.
HP pertama dengan Kirin 9050 Pro
Huawei Mate XT 2 ditenagai chipset Kirin 9050 Pro dan menjadi ponsel pertama yang menggunakan chip tersebut. Chipset ini menggunakan arsitektur baru yang disebut LogicFolding.
Huawei mengeklaim Kirin 9050 Pro menawarkan peningkatan performa hingga 42 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatannya mencapai 24 persen untuk performa single-core dan 52 persen untuk multi-core.
Untuk pengolahan grafis, GPU Ma Liang mendukung real-time ray tracing hingga 50 juta garis dan diklaim meningkatkan performa rendering sebesar 142 persen.
Sementara itu, NPU Da Vinci menjalankan model mixture-of-experts (MoE) berbasis perangkat dengan total 30 miliar parameter, dengan 2 miliar parameter aktif.
Chipset tersebut juga dipadukan dengan modem Balong yang mendukung fitur paging dan pesan melalui satelit. Huawei mengatakan teknologi ini dapat mengurangi gangguan saat melakukan panggilan video di kereta berkecepatan tinggi hingga 25 persen dibandingkan model sebelumnya.
Untuk fotografi, Huawei Mate XT 2 memiliki konfigurasi empat kamera belakang.
Kamera utamanya beresolusi 50 MP dengan sensor RYYB berukuran 1/1,28 inci. Kamera ini mendukung OIS dan aperture variabel dari f/1.49 hingga f/4.0.
Kamera tersebut ditemani kamera ultrawide 40 MP dan kamera telefoto periskop 50 MP dengan kemampuan 3,5x optical zoom.
Kamera keempat merupakan kamera multi-spectral channel yang dirancang untuk menghasilkan warna yang lebih sesuai dengan obyek aslinya.
Huawei juga menyematkan teknologi kamera warna Red Maple generasi ketiga. Teknologi ini diklaim meningkatkan akurasi warna hingga 95 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk kamera depan, baik layar utama maupun layar luar (sekunder) masing-masing memiliki kamera selfie 8 MP yang dilengkapi sensor untuk fitur pengenalan wajah.
Mate XT 2 dibekali baterai berkapasitas 5.600 mAh. Pengisian dayanya mendukung teknologi wired charging hingga 66W dan pengisian nirkabel hingga 50W.
Untuk software, Mate XT 2 menjadi ponsel Huawei pertama yang menjalankan HarmonyOS 7.
Sistem operasi tersebut membawa antarmuka dan fitur multitasking yang disesuaikan dengan layar tri-fold.
Pengguna dapat menjalankan hingga tiga aplikasi secara berdampingan atau menggunakan tampilan yang menyerupai ruang kerja PC.
HarmonyOS 7 juga membawa fitur berbasis AI, termasuk pembuatan konten dan asisten Celia yang ditenagai model AI di perangkat. Huawei turut mengintegrasikan agen AI ke berbagai bagian sistem melalui fitur HarmonyOS Intelligence.
Sebagaimana ponsel Huawei lainnya, HP lipat ini juga tidak didukung layanan Google Mobile Service (GMS) sehingga tidak membawa aplikasi buatan Google secara bawaan, termasuk toko aplikasi Play Store.
Harga Huawei Mate XT 2
Huawei menawarkan Mate XT 2 dalam pilihan warna hitam, putih, dan ungu. Ketiganya menggunakan modul kamera berbentuk star-diamond, pola gold-woven brocade di bagian belakang, serta logo Extraordinary di dekat engsel.
Huawei Mate XT 2 tersedia dalam RAM 16 GB dan beberapa konfigurasi penyimpanan. Smartphone ni mulai dijual di China pada 13 September 2026 nanti.
Rincian harganya di China sebagai berikut, dihimpun KompasTekno dari Huawei Central:
- Huawei Mate XT 2 16/256 GB - 19.999 yuan (sekitar Rp 52,6 juta)
- Huawei Mate XT 2 16/512 GB - 21.999 yuan (sekitar Rp 57,8 juta)
- Huawei Mate XT 2 16 GB/1 TB - 23.999 yuan (sekitar Rp 63,1 juta)
- Huawei Mate XT 2 16 GB/1 TB + Privacy Display - 24.999 yuan (sekitar Rp 65,7 juta)
- Huawei Mate XT 2 Collector Edition 16 GB/2 TB - 29.999 yuan (sekitar Rp 78,9 juta)
Belum diketahui kapan ponsel ini akan dirilis global. Sebelumnya, Huawei memboyong Mate XT Ultimate di Indonesia. Belum diketahui apakah penerusnya juga akan dipasarkan di Tanah Air atau tidak.

0 Response to "Huawei Mate XT 2 Ultimate Design resmi, HP lipat tiga dengan konsep mirip Samsung Galaxy Z TriFold"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.