Ukraina bongkar jeroan Zircon, rudal Rusia yang sulit dicegat: jejak 70 perusahaan terungkap

Ukraina Bongkar Jeroan Zircon, Rudal Rusia yang Diklaim Sulit Dicegat: Jejak 70 Perusahaan Produksi Terungkap

 

Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) mengungkap sejumlah detail mengenai struktur internal rudal 3M22 Zircon milik Rusia.

Detail rudal hipersonik itu diungkap mulai dari konfigurasi komponen hingga perusahaan yang disebut terlibat dalam rantai produksinya.

Laporan tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai Zircon yang selama ini kerap dipromosikan Rusia sebagai rudal jelajah dengan kecepatan melebihi kecepatan suara tersebut.

HUR justru menilai rudal tersebut memiliki karakteristik yang lebih dekat dengan rudal balistik.

Temuan itu menjadi penting karena klasifikasi sebuah rudal berkaitan erat dengan pola penerbangan serta jenis sistem pertahanan yang diperlukan untuk menghadapinya.

Dalam analisisnya, HUR tidak hanya membedah konfigurasi Zircon, tetapi juga memetakan rantai produksi rudal tersebut.

Badan intelijen Ukraina menyebut telah mengidentifikasi sekitar 70 perusahaan yang berkaitan dengan program Zircon, termasuk produsen komponen, personel kunci, serta peralatan asing yang digunakan dalam proses manufaktur.

Gambar yang dirilis HUR juga memperlihatkan konfigurasi internal Zircon yang disebut berbeda dari sejumlah ilustrasi atau gambaran simulasi yang selama ini beredar.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah desain hidung rudal yang memiliki konfigurasi khusus.

Pada bagian belakang terdapat unit kendali yang berfungsi mendukung penyesuaian lintasan penerbangan.

HUR juga mengaitkan sejumlah komponen dengan perusahaan pertahanan Rusia. NPO Mashinostroyeniya disebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan awal Zircon, sementara komponen sistem penanggulangan dikaitkan dengan KNIRTI.

Bukan sekadar rudal jelajah?

Perdebatan mengenai cara Zircon terbang sebenarnya bukan hal baru.

Sejumlah analis sebelumnya telah menduga bahwa rudal tersebut menggunakan lintasan semi-balistik, bukan mempertahankan penerbangan jelajah hipersonik sepanjang seluruh jalurnya.

Penilaian terbaru HUR kembali mengarah pada karakteristik tersebut. Jika benar, Zircon akan memiliki profil penerbangan yang berbeda dari gambaran umum rudal jelajah hipersonik yang terus melaju pada ketinggian relatif rendah.

Meski demikian, klaim tersebut berasal dari badan intelijen Ukraina dan belum dapat diperlakukan sebagai verifikasi independen mengenai desain maupun karakteristik operasional Zircon.

Terlepas dari perdebatan klasifikasi, penggunaan Zircon oleh Rusia disebut meningkat dalam perang di Ukraina.

HUR memperkirakan Rusia hanya memiliki sekitar 40 rudal Zircon pada 2024. Jumlah tersebut kemudian diperkirakan meningkat menjadi sekitar 230 unit.

Dalam dua tahun sejak penggunaan operasionalnya pertama kali dikonfirmasi melalui serangan terhadap Kyiv pada Februari 2024, Rusia disebut hanya meluncurkan sekitar enam Zircon.

Angka penggunaannya meningkat pada 2026. HUR memperkirakan sekitar 40 rudal Zircon telah diluncurkan sepanjang tahun tersebut, termasuk 15 rudal pada Juli dan delapan rudal dalam serangan terkoordinasi terhadap Kyiv pada awal Juni.

Diluncurkan dari Kapal Perang ke Daratan

Zircon pada awalnya dirancang untuk diluncurkan dari sistem peluncuran vertikal 3S14 yang digunakan sejumlah kapal perang Rusia, termasuk fregat Admiral Gorshkov.

Namun, pengembangan berikutnya memungkinkan rudal tersebut digunakan dari platform berbasis darat.

Rusia kemudian semakin memanfaatkan sistem pertahanan pantai K300P Bastion sebagai salah satu platform peluncur Zircon.

Bastion sendiri pada awalnya dirancang untuk membawa rudal antikapal P-800 Oniks. Sistem tersebut menggunakan platform bergerak sehingga dapat dipindahkan dan dikerahkan dari berbagai lokasi.

Kemampuan tersebut membuat Zircon tidak hanya menjadi senjata yang diluncurkan dari kapal perang, tetapi juga dapat digunakan dari posisi darat, termasuk wilayah Krimea.

Ukraina telah berulang kali berupaya menyerang sistem Bastion di Krimea untuk mengurangi kemampuan Rusia menggunakan Zircon.

Dalam serangan drone pada Maret 2026, sebuah peluncur Bastion dilaporkan hancur. Insiden tersebut bahkan disebut menyebabkan peluncuran rudal secara tidak disengaja.

Di balik kemampuan Zircon, faktor biaya juga menjadi salah satu persoalan.

Menurut Militarnyi, yang merujuk catatan pengadaan Rusia, satu rudal Zircon diperkirakan bernilai sekitar 5,6 juta dolar AS. Harga tersebut menempatkannya sebagai salah satu rudal konvensional Rusia yang paling mahal, hanya di bawah Oreshnik.

Zircon disebut membawa hulu ledak sekitar 20 kilogram dengan sekitar 80 kilogram bahan peledak.

Dengan demikian, pembongkaran yang dilakukan HUR tidak hanya memperlihatkan apa yang berada di dalam Zircon, tetapi juga memberikan petunjuk mengenai ekosistem industri di belakang rudal tersebut—dari komponen dan produsen hingga platform yang digunakan untuk meluncurkannya.

Suka dengan postingan berjudul Ukraina bongkar jeroan Zircon, rudal Rusia yang sulit dicegat: jejak 70 perusahaan terungkap? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Ukraina bongkar jeroan Zircon, rudal Rusia yang sulit dicegat: jejak 70 perusahaan terungkap"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger