
Perubahan Sistem Operasi TikTok di Amerika Serikat
Setelah mengalami perubahan kepemilikan yang signifikan, sistem operasi platform TikTok di Amerika Serikat (AS) kini berada di bawah kendali konsorsium atau perusahaan patungan. Konsorsium ini dipimpin oleh tiga perusahaan besar, yaitu Silver Lake, Oracle, dan MGX (perusahaan investasi dari Uni Emirat Arab). Mereka kini memiliki saham sebesar 45 persen dalam TikTok USDS Joint Venture LLC, sebuah perusahaan patungan yang dibentuk untuk mengelola operasi bisnis TikTok di AS.
Pembentukan perusahaan patungan ini tidak terjadi secara mendadak. Sebaliknya, rencana awalnya sudah direncanakan sejak lama. Hal ini terkait dengan situasi TikTok yang sempat menghadapi ancaman pelarangan dari pemerintah AS pada tahun lalu. Dengan adanya kebijakan tersebut, Presiden AS saat itu, Donald Trump, memerintahkan Departemen Kehakiman untuk menunda pemblokiran hingga ada calon pembeli yang ditemukan dan mendapatkan persetujuan dari otoritas Tiongkok.
Kesepakatan yang dirilis pada Desember 2025 lalu menunjukkan bahwa operasi bisnis TikTok di AS akan sepenuhnya dikelola oleh TikTok USDS Joint Venture LLC. Selain 45 persen saham yang dimiliki oleh Silver Lake, Oracle, dan MGX, terdapat rincian lainnya mengenai kepemilikan saham. Di antaranya, 5 persen akan dimiliki oleh investor baru, 30,1 persen akan tetap dipegang oleh afiliasi perusahaan ByteDance, dan 19,9 persen akan dipegang secara paten oleh ByteDance sendiri.
Struktur Manajemen dan Direksi
Dalam struktur manajemen perusahaan patungan tersebut, Adam Presser, seorang pegiat di TikTok sekaligus mantan eksekutif WarnerMedia, ditunjuk menjadi CEO TikTok AS. Sementara itu, Will Farrell, seorang pegiat TikTok lainnya, serta Booz Allen Hamilton akan bertindak sebagai kepala keamanan yang mengawasi privasi dan keamanan data.
Di sisi dewan direksi, terdapat beberapa tokoh penting yang akan mengambil peran dalam pengelolaan perusahaan. Mereka meliputi CEO TikTok Shou Chew, co-CEO Silver Lake Egon Durban, direktur pelaksana Susquehanna International Group Mark Dooley, penasihat senior TPG Timothy Dattels, CEO DXC Raul Fernandez, wakil presiden eksekutif Oracle Kenneth Glueck, serta kepala strategi dan keamanan MGX David Scott.
Langkah Keamanan Data dan Pengawasan
Kesepakatan ini juga mencakup persetujuan keamanan data dan pengawasan dari pemerintah AS. Dengan bergabungnya sejumlah perusahaan besar, TikTok semakin memperjelas bahwa AS akan mengambil alih kendali penuh atas operasionalnya.
TikTok menyatakan bahwa perusahaan akan melakukan latihan ulang, pengujian, dan pembaruan algoritma rekomendasi konten berdasarkan data pengguna AS. Algoritma ini akan diamankan di lingkungan cloud Oracle di AS. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua data pengguna tetap aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara tersebut.
Kesimpulan
Perubahan kepemilikan dan pengelolaan TikTok di AS menandai langkah penting dalam menjaga kepercayaan pengguna dan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan pemerintah. Dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan besar seperti Oracle dan Silver Lake, TikTok diharapkan dapat terus berkembang sambil tetap menjaga keamanan data pengguna. Ini juga menjadi bukti bahwa TikTok telah mampu menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dan siap menghadapi masa depan yang lebih stabil.

0 Response to "Bentuk Perusahaan Patungan AS, TikTok Umumkan Adam Presser sebagai CEO"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.