
Visi PHRI Bali untuk Masa Depan Waralaba
Di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali periode 2025–2030 mengambil langkah strategis dengan mengusung misi go digital. Tujuannya adalah untuk mengubah wajah industri waralaba di Bali agar lebih modern, terstandarisasi, dan berkelanjutan.
Ketua Pengurus Restaurant Waralaba PHRI Provinsi Bali, Sonia Kaur, menjelaskan bahwa industri kuliner Bali pada tahun 2026 membutuhkan inovasi dan perubahan. Ia merancang strategi dalam tiga pilar utama: Standardisasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi.
"Tujuan kami jelas, memastikan setiap waralaba di Bali, baik skala lokal maupun nasional, memiliki standar kualitas (SOP) dan sanitasi yang konsisten. Ini bukan hanya soal rasa, tapi juga menjaga reputasi pariwisata Bali di mata dunia," ujarnya kepada Tribun Bali, pada Sabtu 24 Januari 2026.
Sonia, yang baru saja menjabat sebagai pengurus Bidang Pembinaan Restoran Waralaba PHRI Bali, melihat jabatan ini sebagai peluang besar untuk membawa perubahan. Sebagai pemilik restoran Sitara, ia memiliki visi untuk merombak ekosistem waralaba di Pulau Dewata agar lebih modern, terstandarisasi, dan ramah terhadap kearifan lokal.
Salah satu konsep yang ia usung adalah Adaptasi Lokal. Ia mendorong agar waralaba besar tidak kaku, tetapi berani berinovasi dengan cita rasa lokal.
"Kita ingin melihat kolaborasi unik, misalnya menu waralaba yang dipadukan dengan sambal matah atau menggandeng chef lokal. Ini strategi ampuh untuk menarik minat wisatawan sekaligus memberdayakan identitas Bali," tambahnya.
Tidak hanya soal menu, Sonia berkomitmen memperkuat rantai pasok dengan menghubungkan waralaba besar dengan vendor dan UMKM lokal. Melalui skema ini, bahan baku restoran tidak lagi melulu didatangkan dari luar, melainkan langsung dari petani dan suplier lokal Bali melalui nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi PHRI.
Digitalisasi sebagai Strategi Utama
Menghadapi tantangan pasar tahun 2026, digitalisasi menjadi harga mati. Sonia berencana mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan customer experience, mulai dari pemasaran melalui influencer lokal hingga sistem operasional yang terintegrasi.
Di sisi regulasi, PHRI Bali di bawah kepemimpinan baru ini akan menjadi garda terdepan dalam advokasi kebijakan yang pro-bisnis. "Kami akan memfasilitasi anggota dalam urusan perizinan melalui sistem OSS agar lebih aman dan transparan, sehingga iklim investasi waralaba di Bali semakin sehat," jelasnya.
Peningkatan Kualitas SDM
Sonia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM. PHRI akan rutin menggelar sharing session antar-brand waralaba untuk saling bertukar ilmu. "Tujuannya adalah tenaga kerja lokal Bali harus memiliki kompetensi yang siap bersaing di level internasional," pungkasnya.
Tantangan dan Peluang
Dengan adanya inisiatif-inisiatif tersebut, PHRI Bali berharap dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan inovasi, standardisasi, dan kolaborasi, industri waralaba di Bali diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

0 Response to "PHRI Bali dorong waralaba kuliner digital, Sonia Kaur bawa ke level dunia"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.