KRI Canopus-936, Kapal Riset Maritim yang Mengubah Wajah Teknologi Kelautan Indonesia
Kapal perang baru KRI Canopus-936 diperkirakan tiba di tanah air sekitar akhir April. Kapal ini diluncurkan dan diserahterimakan pada Kamis (12/02) di galangan Abeking & Rasmussen. Dengan teknologi mutakhir, kapal ini menjadi salah satu aset penting bagi TNI AL dalam menjaga keamanan dan pengelolaan wilayah laut Indonesia.

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi KRI Canopus 936 merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia dan Jerman. Kapal yang dibangun di Batam dan diselesaikan di Lemwerder, Niedersachsen Jerman ini memiliki kemampuan riset kelautan yang sebelumnya belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter.
Komandan KRI Canopus 936, Kolonel Indragiri, menjelaskan bahwa kapal ini juga dilengkapi teknologi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia. "Teknologi yang digunakan kapal ini terkait dengan survei hidrografi dan oseanografi, berfungsi untuk mendapatkan data bawah laut, di mana kita mempunyai robot namanya ROV atau Remotely Operated Vehicle, yang bisa meneliti, mengamati dan mendeteksi barang-barang atau suatu fitur bawah laut. Ada juga Autonomous Vehicle, yang punya teknologi modern dan bisa memetakan bawah laut untuk mengetahui ada apa di situ.”
Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop. "Ini aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia,” tambahnya.
Bersama lebih dari 90 kru kapal, ia akan membawa pulang kapal ini dalam beberapa hari ke depan. Para kru yang kesemuanya pria ini menjalani pelatihan di galangan agar dapat secara mandiri menangani kapal. "Kapal ini juga dilengkapi senjata, meriam 20 milimeter dan 12,7 milimeter di haluian untuk menghadapi serangan bahaya permukaan dan bahaya udara,” imbuh Indragiri.

Kerja Sama Mendalam Indonesia-Jerman
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan bahwa KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar. "KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Duta Besar RI untuk Jerman itu.
Dalam wawancara dengan DW, Duta Besar RI untuk Jerman menambahkan: "Kita harapkan peluncuran kapal ini adalah manifestasi kerja sama strategis Indonesia dan Jerman, dan tugas kami adalah untuk mendorong kerja sama ini semakin kuat dan semakin dalam.”
KRI Canopus-936 berbobot mati lebih dari 3400 ton, dirtambah kapasitas 200 ton untuk mendukung Submarine Rescue Vessel (SRV). Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman).

Nilai Strategis KRI Canopus-936
Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dari Jerman. Nilai strategis KRI Canopus-936 meliputi: Penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma hadir dalam peresmian kapal di Lemweder, Niedersachsen, Kamis (12/02). Ia menyebutkan: "Karena kita sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia mempunyai kewajiban untuk menyiapkan data-data wilayah perairan di Indonesia, karena perairan kita merupakan salah satu rute perairan internasional.”
KRI Canopus-936 kini siap berlayar dan bertugas di samudra nusantara.


0 Response to "KRI Canopus Berlayar dari Jerman, Tiba di Nusantara Bulan April"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.