
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak perusahaan PT Chandra Asri Alkali (CAA) mengumumkan bahwa progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten telah mencapai 50%. Fasilitas ini memasuki fase puncak konstruksi dan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung hilirisasi industri kimia nasional.
Pembangunan CA-EDC dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas produksi bahan kimia dasar di dalam negeri. Sejumlah pekerjaan utama telah selesai, seperti pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, serta persiapan koneksi kelistrikan. Proses ini menjadi langkah penting menuju kesiapan operasional. Fasilitas berskala dunia ini direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I-2027.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Pacific, Erwin Ciputra, menjelaskan bahwa pabrik CA-EDC adalah salah satu langkah strategis TPIA dalam memperkuat fondasi industri kimia dalam negeri. Dengan peningkatan kapasitas produksi bahan kimia strategis, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah melalui peluang ekspor produk EDC.
"Kami berharap kehadiran Pabrik CA-EDC ini akan semakin mengukuhkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di Kawasan Asia Tenggara," ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Selain memperkuat fondasi industri, pengembangan fasilitas ini juga memberikan kontribusi ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Selama fase konstruksi, sekitar 3.000 tenaga kerja telah terserap, dan setelah beroperasi penuh pada kuartal I-2027, diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru.
Proyek ini turut melibatkan UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok dan dukungan operasional secara berkelanjutan. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen TPIA dalam mendorong partisipasi pelaku usaha lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi di sekitar wilayah operasional.
Pada fase awal operasional, fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Kapasitas ini dirancang untuk memperkuat pasokan bahan kimia strategis di dalam negeri sekaligus mengoptimalkan peluang pasar regional.
Dalam proyeksi jangka panjang, produksi soda kaustik diperkirakan dapat mensubstitusi impor hingga 827.000 ton per tahun dengan nilai sekitar US$ 293 juta atau setara Rp 4,9 triliun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diperuntukkan bagi pasar ekspor dengan potensi devisa sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 5 triliun per tahun.
Dengan pencapaian progres di level 50%, TPIA menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri kimia nasional melalui peningkatan kapasitas produksi domestik, penguatan rantai pasok, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

0 Response to "Proyek Pabrik CA-EDC TPIA Capai 50% Progres"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.