Literasi AI Jadi Dasar SDM di Era Ekonomi Digital


Transformasi digital semakin mengubah wajah perekonomian nasional. Dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), peningkatan literasi dianggap sebagai fondasi penting agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku dalam ekonomi digital.

Untuk menjawab tantangan ini, Dicoding bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan platform pembelajaran daring yang diberi nama “Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI”. Platform ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat untuk memahami AI secara aman, etis, dan produktif.

Platform ini dapat diakses secara gratis dan ditujukan untuk anak-anak, guru, hingga orang tua. Bentuknya menggunakan metode microlearning dan massive open online course (MOOC), sehingga materi bisa dipelajari secara bertahap dan fleksibel.

Narenda Wicaksono, Chief Executive Officer Dicoding, menyatakan bahwa penguatan literasi AI merupakan bagian dari upaya menyiapkan talenta digital nasional. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bukan hanya cara menggunakan teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap produktivitas dan ekonomi.

“Melalui ruang belajar digital ini, kami berfokus pada penguatan fondasi literasi digital dan AI. Harapannya, masyarakat akan lebih sadar dalam menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis, serta bertanggung jawab,” katanya dalam keterangan resmi.

Data Survei APJII 2025 menunjukkan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia terus meningkat, dengan Gen Z dan milenial menjadi pengguna terbesar, mencapai 66 persen. Angka ini mencerminkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus risiko jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai.

Menteri Koordinator PMK Pratikno menegaskan bahwa AI dapat menjadi motor produktivitas dan inovasi. Namun, tanpa kebijaksanaan dan kecakapan digital, teknologi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.

“Penggunaan AI itu penting. Tetapi kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya. Karena itu, kami meluncurkan platform ini agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” ujarnya.

Platform Bijak Cerdas juga dilengkapi fitur Cek Kesehatan Digital (CKD) untuk mengukur kecakapan, keamanan, dan etika digital pengguna. Materi disajikan dalam bentuk video, kuis, serta refleksi, sehingga proses belajar lebih interaktif.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan industri akan diperluas melalui sosialisasi ke sekolah dan komunitas. Harapannya, literasi AI tidak berhenti pada pengetahuan dasar, tetapi mendorong lahirnya SDM yang adaptif, produktif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.

Suka dengan postingan berjudul Literasi AI Jadi Dasar SDM di Era Ekonomi Digital? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Literasi AI Jadi Dasar SDM di Era Ekonomi Digital"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger