Tiga Teknologi Drone Iran Dikenalkan ke Indonesia Menurut Ahli UI

Motivasi dan Strategi Kerja Sama Teknologi Drone Iran dengan Indonesia

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Agung Nurwijoyo, menilai bahwa tawaran kerja sama teknologi drone dari Iran ke Indonesia memiliki beberapa motivasi strategis. Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut harus ditempatkan dalam kerangka pemanfaatan damai, khususnya di sektor ekonomi dan pertanian.

Agung menyebut setidaknya ada tiga motivasi Iran menawarkan teknologi drone. Pertama, adanya intensi kuat Iran untuk memperluas jejaring kerja sama, khususnya untuk kepentingan ekonomi dan pertanian. Kedua, perluasan kerja sama itu dilakukan untuk memperkuat legitimasi teknologi strategis Iran. Ketiga, tawaran joint production dan transfer teknologi juga menjadi upaya Iran untuk mengurangi dampak isolasi ekonomi yang selama ini diterima Teheran.

Potensi Realistis dan Risiko yang Harus Diperhatikan

Agung menyebut tawaran pembangunan pabrik drone di Indonesia dinilai realistis karena ada titik temu antara kesiapan Iran dan perhatian Indonesia dalam kerja sama industri drone dengan beberapa negara. Namun, ia menekankan kerja sama ini tidak berjalan dalam ruang vakum. Ada beberapa risiko dan tantangan, terutama terkait regulasi dan kepatuhan terhadap sanksi internasional.

Dua poin yang perlu dipertimbangkan adalah regulasi dan kepatuhan terhadap sanksi internasional serta kompetisi dengan negara lain seperti Turki dan Pakistan. Faktor pengembangan teknologi, standar, dan kebutuhan tentu sangat menentukan.

Karakteristik Dual-Use Drone

Menurut Agung, industri drone memiliki karakteristik dual-use. Pesawat tanpa awak ini dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun dikembangkan untuk aspek pertahanan. Oleh karena itu, penting untuk membingkai dalam kerangka yang jelas dan prioritas dalam aspek damai.

Keuntungan Strategis Jika Menerima Tawaran

Jika Indonesia menerima tawaran tersebut, terdapat keuntungan strategis yang bisa diperoleh, termasuk penguatan industri teknologi dalam negeri melalui transfer teknologi, pengembangan SDM, hingga potensi lapangan kerja. Selain itu, kerja sama tersebut juga bisa menjadi bentuk diversifikasi mitra strategis.

Transfer Teknologi dan Peran Pemerintah

Agung menilai transfer teknologi yang mungkin terjadi dalam kerja sama tersebut dapat mencakup manufaktur, pemeliharaan, serta perangkat lunak operasi dasar. Proses transfer teknologi akan berjalan bertahap. Ia menekankan, pemerintah perlu memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga terlibat dalam desain dan modifikasi drone.

Risiko Tekanan Geopolitik

Agung menilai potensi tekanan dari negara lain sangat mungkin terjadi, meski tidak selalu terbuka. Tekanan dapat meningkat drastis apabila kerja sama drone berkaitan langsung dengan pertahanan dan konflik Timur Tengah. Untuk itu, penting bagi Indonesia untuk menegaskan kerangka kerja sama.

Regulasi dan Pengawasan

Regulasi dalam siapa yang membeli, mengoperasikan, dan mengekspor, menurutnya, juga penting diperhatikan. Penting juga melihat dalam konteks keamanan siber dan data. Struktur pengawasan kerja sama harus dilakukan secara multi-lapis dan melibatkan lintas kementerian/lembaga, termasuk DPR.

Rekomendasi dan Langkah Antisipasi

Agung merekomendasikan pemerintah bersikap selektif dan bersyarat dalam menyikapi tawaran kerja sama tersebut. Manfaat kerja sama ada, tetapi risiko geopolitik juga harus menjadi perhatian. Wajib adanya redline dalam kerjasama, terutama jika tidak ada transfer teknologi, adanya intensi ekspor dan penggunaan untuk tujuan non ekonomi/pertanian atau tujuan damai dan data tidak sepenuhnya dikontrol Indonesia.

Langkah antisipasi yang penting dilakukan Indonesia adalah mitigasi politik luar negeri dengan melibatkan lintas kementerian/lembaga dan DPR, serta briefing dini kepada mitra terkait. Regulasi tetap harus jelas dan berikan keuntungan strategis Indonesia. Kerja sama ini harus memiliki orientasi, regulasi, dan narasi yang jelas dengan garis merah yang jelas.

Tawaran dari Dubes Iran

Sebelumnya, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru. Iran dinilai sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut. Indonesia dinilai tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut. Ketika berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Banyak cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya.

Suka dengan postingan berjudul Tiga Teknologi Drone Iran Dikenalkan ke Indonesia Menurut Ahli UI? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Tiga Teknologi Drone Iran Dikenalkan ke Indonesia Menurut Ahli UI"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger