4 Juta Orang Boykot ChatGPT, OpenAI Rugi Rp 238 Triliun

Aksi Boikot ChatGPT Mencapai Empat Juta Orang

Sebanyak lebih dari empat juta orang telah bergabung dalam aksi boikot terhadap ChatGPT melalui situs QuitGPT pada Senin (9/3) pukul 08.11 WIB. Aksi ini muncul sebagai respons terhadap keputusan OpenAI, pengembang ChatGPT, untuk bekerja sama dengan Departemen Perang Amerika Serikat atau Pentagon.

Menurut perhitungan OpenAI, kerugian yang akan dialami perusahaan mencapai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 238 triliun (kurs Rp 16.985 per US$) pada tahun ini. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga US$ 44 miliar pada 2028. Meskipun demikian, OpenAI tetap memproyeksikan keuntungan sebesar US$ 14 miliar pada 2029.

Awal Mula Aksi Boikot

Aksi boikot ini dimulai setelah OpenAI menyetujui kerja sama dengan Pentagon. Sebelumnya, Pentagon memutus kontrak dengan perusahaan AI lain, yaitu Anthropic. Perusahaan tersebut masuk ke dalam daftar 'risiko rantai pasok', istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan perusahaan asing yang dianggap membahayakan keamanan nasional, seperti Huawei.

Anthropic mendapat kritik keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pentagon karena menyatakan penolakannya terhadap penggunaan model AI-nya, Claude, dalam pengawasan massal penduduk dan senjata otonom. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak pihak memboikot ChatGPT.

Tokoh-Tokoh yang Ikut Memboikot

Beberapa tokoh ternama juga turut serta dalam aksi boikot ini. Salah satunya adalah Mark Ruffalo, aktor yang memerankan Hulk di Marvel Cinematic Universe, serta penyanyi ternama Katy Perry. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi topik diskusi teknis, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas.

Selain itu, OpenAI juga mendapat sorotan karena salah satu petingginya, Greg Brockman, memberikan donasi sebesar US$ 25 juta kepada Make America Great Again Inc (Maga Inc.), sebuah organisasi politik yang didirikan untuk mendukung Donald Trump dan kandidat Partai Republik yang bersekutu dengannya. Donasi ini menjadikan Brockman sebagai salah satu donatur terbesar bagi Trump dalam pemilihan terakhir.

Brockman menyatakan bahwa donasi tersebut bertujuan untuk melayani misi OpenAI dalam memberikan manfaat bagi umat manusia, seperti yang dilaporkan oleh The Guardian akhir pekan lalu (7/3).

Situasi yang Semakin Memburuk

Pekan lalu, situasi semakin memburuk ketika pemerintahan Trump menuntut agar perusahaan AI memberikan akses tanpa batas kepada Pentagon terhadap teknologi mereka, termasuk untuk pengawasan massal dan senjata otonom. Anthropic menolak tuntutan ini, sementara OpenAI justru setuju untuk bekerja sama.

Proyeksi Kerugian OpenAI

Dokumen internal OpenAI yang dilihat oleh The Information menunjukkan bahwa perusahaan memperkirakan kerugian sebesar US$ 14 miliar pada 2026. Angka ini diperkirakan meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada 2028, kerugian diperkirakan mencapai US$ 44 miliar.

Namun, OpenAI tetap optimistis dengan proyeksi keuntungan sebesar US$ 14 miliar pada 2029. Untuk mencapai target ini, perusahaan berencana menghabiskan dana sebesar US$ 200 miliar hingga akhir dekade ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% hingga 80% akan digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.

Suka dengan postingan berjudul 4 Juta Orang Boykot ChatGPT, OpenAI Rugi Rp 238 Triliun? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "4 Juta Orang Boykot ChatGPT, OpenAI Rugi Rp 238 Triliun"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger