
Saat ini, banyak pengusaha muda mencari ide kreatif untuk membangun bisnis yang menarik dan berbeda dari yang sudah ada. Salah satu contohnya adalah Yoseph Putera Soesanto, pendiri Unerd, sebuah merek sepatu lokal yang lahir pada tahun 2020. Ide ini muncul karena Yoseph merasa bahwa gaya dan model sepatu yang tersedia di pasaran saat itu terlalu monoton dan kurang menarik bagi generasi muda.
Yoseph, yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur, melihat peluang untuk menciptakan produk yang bisa membuat orang-orang yang biasanya tidak percaya diri tampil lebih percaya diri dan unik. Tujuan utama Unerd adalah memberikan solusi bagi mereka yang ingin tampil beda tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau harga yang terjangkau.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Yoseph mulai mempelajari desain sepatu yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda usia 18–35 tahun. Ia juga memperhatikan proses produksi agar hasilnya berkualitas. Dengan empat pekerja, ia memulai Unerd. Karena situasi pandemi, pemasaran dilakukan secara digital, termasuk melalui media sosial.
Lama-kelamaan, permintaan pasar terhadap produk Unerd meningkat. Hal ini didukung oleh konsep yang diusung, yaitu durable (tahan lama), affordable (terjangkau), dan comfortable (nyaman). Harga sepatu Unerd berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per pasang.
Strategi pemasaran digital terus dikembangkan. Salah satunya adalah penggunaan TikTok. Dengan fitur TikTok Ads, Unerd berhasil menjangkau audiens baru dan mengonversinya menjadi pembeli setia. Hasilnya, penjualan meningkat pesat, sehingga produksi pun terus bertambah. Saat ini, jumlah karyawan Unerd mencapai 50 orang.
Selain platform digital, Unerd juga membuka toko offline di tiga lokasi: Surabaya, Jakarta (dibuka Februari lalu), dan Bandung yang akan beroperasi pada April nanti. Selain itu, Unerd memiliki 68 outlet mitra yang tersebar di Jawa dan Sumatra.
Meski jaringan toko offline semakin luas, kontribusi penjualan dari toko fisik hanya sekitar 20%. Sementara itu, kanal digital masih menjadi tulang punggung penjualan Unerd. Hal ini menunjukkan bahwa strategi digital tetap efektif dalam menjaring konsumen.
Unerd kini memiliki rencana untuk memperluas pasar di dalam negeri. Targetnya adalah membuka satu toko di setiap kota di Indonesia. Manajemen Unerd melihat potensi pasar domestik yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Selain itu, produk Unerd sering dikirim ke pasar regional berkat promosi dari mulut ke mulut. Ini menunjukkan bahwa Unerd tidak hanya fokus pada pasar lokal, tetapi juga siap bersaing di tingkat regional.
Dengan kombinasi inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat, Unerd telah membuktikan bahwa bisnis sepatu lokal bisa bersaing dengan merek internasional. Tidak hanya itu, Unerd juga memberikan wadah bagi generasi muda yang ingin tampil unik dan percaya diri.

0 Response to "Melangkah di Tengah Arus Fesyen Kaum Muda"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.