SpaceX kehilangan hampir Rp10 triliun, Musk umumkan rencana pabrik satelit di Bulan

Visi Elon Musk: Membangun Pabrik Satelit di Bulan

Elon Musk kembali memperluas ambisi SpaceX, melebihi bisnis peluncuran roket. Dalam diskusi dengan investor pada Selasa (4/8), Musk mengungkap rencana untuk membangun pabrik satelit di Bulan yang sebagian besar dioperasikan oleh robot. Gagasan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan ruang angkasa sebagai basis produksi sekaligus memperbesar kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI).

Musk menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dapat dipadukan dengan pembangkit energi surya dan sistem energi berbasis radiasi di permukaan Bulan. Dari kombinasi tersebut, dia melihat peluang untuk memperluas kapasitas kecerdasan yang dikirim ke luar angkasa hingga “1.000 kali ekonomi Bumi, atau mungkin bahkan satu juta kali”, sekaligus menegaskan bahwa visi tersebut akan terwujud “lebih cepat dari yang Anda kira”.

Meski tampak seperti fiksi ilmiah, rencana ini memiliki dasar yang kuat. Patrick Suermann, profesor ilmu konstruksi di Texas A&M University, menilai gravitasi Bulan yang lebih rendah dapat mengurangi bahan bakar yang dibutuhkan untuk meluncurkan satelit dibandingkan dari Bumi. “Bagian paling mahal dari peluncuran adalah bahan bakar untuk membawa sesuatu keluar dari atmosfer kita,” ujarnya. Karena itu, produksi langsung di Bulan berpotensi memangkas biaya untuk mengirim satelit menuju orbit cislunar, orbit rendah Bumi, bahkan Mars.

Namun, tantangan awalnya sangat besar. Infrastruktur pabrik Bulan akan membutuhkan investasi ekstrem, sementara SpaceX juga mencatat kerugian USD 1,257 miliar dari operasi AI pada kuartal tersebut. Secara keseluruhan, kerugian operasional SpaceX mencapai USD 143 juta. Dalam jangka pendek, tekanan itu tertahan oleh bisnis konektivitas yang menguntungkan, terutama konstelasi satelit Starlink.

Strategi Jangka Panjang SpaceX

Di sisi lain, Musk melihat investasi AI sebagai bagian dari strategi yang saling menopang. Setelah membahas manufaktur di Bulan, dia beralih ke rencana pengembangan pusat data AI di Bumi. Musk mengatakan keahlian SpaceX dalam membangun roket dapat diterapkan pada pusat data tersebut.

“Jika Anda menerapkan sedikit saja kemampuan teknik yang digunakan untuk membuat roket raksasa mencapai orbit secara rutin dan andal pada pusat data di darat, ini, terus terang, seperti New York Yankees bermain melawan tim Little League,” katanya. Analogi itu menunjukkan keyakinan Musk bahwa pengalaman SpaceX membangun roket dapat memberi perusahaan keunggulan besar dalam mengembangkan pusat data AI.

Fondasi lain dari rencana tersebut adalah Starship. Musk menonjolkan dua penerbangan uji terbaru, termasuk penerbangan yang berhasil menempatkan 20 satelit Starlink sebelum kendaraan kembali ke Bumi, meski sempat terjadi kebakaran setelah pendaratan di laut. Penerbangan uji ke-14 Starship sementara dijadwalkan pada akhir Agustus, setelah program tersebut sebelumnya menghadapi sejumlah penundaan.

Peran Starship dalam Masa Depan SpaceX

Bagi Musk, kemampuan Starship membawa satelit, peralatan, dan berbagai kebutuhan untuk membangun infrastruktur di orbit dalam jumlah sangat besar menjadi kunci bagi rencana jangka panjang SpaceX. “Sulit menjelaskan kepada kebanyakan orang betapa luar biasanya signifikansi Starship,” ujarnya. Menurutnya, kapasitas angkut tersebut menunjukkan seberapa besar pengaruh Starship terhadap masa depan peradaban. Musk memperkirakan roket itu kelak mampu membawa “lebih dari satu juta ton ke orbit dan mungkin pada akhirnya 10 juta ton per tahun”.

Karena itu, pabrik Bulan bukan sekadar proyek manufaktur terpisah, melainkan bagian dari rantai yang menghubungkan Starship, Starlink, AI, energi, dan produksi satelit di luar Bumi. SpaceX sebelumnya juga telah mengembangkan visi satelit komputasi AI di orbit. Dengan gravitasi Bulan yang lebih rendah, manufaktur dan peluncuran dari sana berpotensi menjadi tahap berikutnya jika teknologi dan infrastrukturnya benar-benar dapat diwujudkan.

Visi tersebut masih membutuhkan pembuktian teknis dan ekonomi. Namun, bagi Musk, Starship menjadi fondasi untuk memperluas SpaceX dari perusahaan peluncuran roket menjadi pemain dalam industri antariksa yang mencakup manufaktur, energi, dan infrastruktur di luar Bumi.

Suka dengan postingan berjudul SpaceX kehilangan hampir Rp10 triliun, Musk umumkan rencana pabrik satelit di Bulan? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "SpaceX kehilangan hampir Rp10 triliun, Musk umumkan rencana pabrik satelit di Bulan"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger