Kisah Letkol Anjas yang Dimulai dari YouTube di Gorontalo

Kisah Letkol Anjas yang Dimulai dari YouTube di Gorontalo

Pengelolaan Pangan di Markas Yonif TP 824/MO’E’A Gorontalo

Letkol Inf Anjas Suryana Putra, seorang perwira yang kini memimpin Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 824/MO’E’A Gorontalo, telah melakukan transformasi besar-besaran di markas satuan tersebut. Dari tempat yang awalnya hanya menjadi pusat administrasi militer, kini markas ini berubah menjadi pusat produksi pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Dengan lahan seluas 38 hektare, prajurit-prajurit Yonif TP 824/MO’E’A mengembangkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan. Mereka tidak hanya menanam tanaman seperti jagung, sayuran, melon, dan semangka, tetapi juga mengelola peternakan ayam, sapi, domba, rusa, bebek, kalkun, ayam mutiara, serta ikan. Bahkan, rencana untuk budidaya laut menggunakan keramba jaring apung sedang dalam proses persiapan, khususnya untuk ikan kerapu dan bubara.

Pengelolaan produksi ini dilakukan secara mandiri oleh para prajurit. Dari 1.190 personel yang terdaftar, saat ini sekitar 561 orang aktif terlibat dalam kegiatan produksi pangan. Hasil panen digunakan untuk kebutuhan dapur satuan dan sebagian dijual langsung kepada masyarakat yang datang ke markas.

Belajar Mandiri Melalui YouTube

Kisah sukses ini dimulai dari sumber yang tidak terduga: layar ponsel dan video daring. Letkol Inf Anjas Suryana Putra dan rekan-rekannya belajar bertani dan beternak melalui tutorial di YouTube. Proses pembelajaran ini dilakukan secara mandiri, dengan eksperimen menggunakan bahan-bahan lokal.

“Kami awalnya belajar dari YouTube,” ujarnya. “Mulai dari pembuatan pakan silase fermentasi untuk kambing dan sapi, hingga mengolah eceng gondok menjadi pakan unggas. Semuanya berawal dari eksperimen sendiri.”

Menurut Anjas, sekitar 70 persen pengetahuan produksi didapat dari YouTube, sedangkan sisanya berasal dari bimbingan teknis dan perwira yang memiliki latar belakang pertanian serta perikanan. Proses belajar ini memberikan dasar yang kuat bagi para prajurit dalam menjalankan aktivitas produksi pangan.

Kehidupan di Markas yang Berbeda

Sebelum menjabat sebagai Danyonif TP 824/MO’E’A, Letkol Inf Anjas Suryana Putra sebelumnya berdinas di satuan tempur Kostrad. Setelah 15 tahun terbiasa dengan protokoler upacara besar, ia kini menghadapi tanggung jawab baru: membangun satuan teritorial yang fokus pada ketahanan pangan.

Anjas, yang lahir di Semarang pada 23 Juli 1988, sudah lama akrab dengan dunia pertanian dan peternakan. Ia mengatakan bahwa kegiatan membangun pagi hari sambil melihat tanaman dan memberi makan ternak memberinya rasa senang dan puas.

Pengembangan Lahan di Gorontalo Utara

Selain lahan utama di Desa Tabongo Barat, Kabupaten Gorontalo, Yonif TP 824/MO’E’A juga mengembangkan lahan di Gorontalo Utara. Di sana, mereka menanam 15 hektare jagung dan 10 hektare padi. Produksi ini akan dilakukan secara bertahap agar dapat memenuhi kebutuhan pangan yang lebih stabil.

Aktivitas Produksi yang Menyentuh Masyarakat

Hasil panen dari kebun dan peternakan di markas Yonif TP 824/MO’E’A tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal satuan, tetapi juga disalurkan kepada masyarakat sekitar. Para warga yang datang ke markas bisa membeli hasil produksi langsung dari sumbernya, sehingga membantu perekonomian lokal.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun ada tantangan dalam membangun sistem produksi pangan yang mandiri, Letkol Inf Anjas Suryana Putra dan rekan-rekannya terus berusaha mengembangkan inovasi dan teknologi baru. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, satuan ini bisa menjadi contoh nyata dalam menciptakan ketahanan pangan di wilayah Gorontalo.


Suka dengan postingan berjudul Kisah Letkol Anjas yang Dimulai dari YouTube di Gorontalo? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Kisah Letkol Anjas yang Dimulai dari YouTube di Gorontalo"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger