Mengunjungi Terowongan Garam Cemara Kulon, Cara Petani Produksi Saat Hujan


INDRAMAYU – Petani garam di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat, sering kali menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan musim hujan. Kondisi ini menyebabkan penurunan produksi secara signifikan, karena proses penguapan air laut yang menjadi inti dari pengolahan garam terhambat. Namun, kini muncul solusi inovatif yang bisa membantu para petani tetap berproduksi meski dalam kondisi cuaca buruk.

Salah satu teknologi yang sedang diuji coba adalah tunel garam. Bentuknya menyerupai terowongan transparan yang dirancang untuk mempercepat proses penguapan garam tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi alami. Teknologi ini diterapkan di Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Camat Losarang, Encep Ria Setiadi, menjelaskan bahwa tunel garam merupakan bagian dari proyek pilot project penerapan teknologi evaporasi pergaraman yang didanai oleh Dirjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia menilai, teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas garam yang dihasilkan oleh petani setempat.

"Desa Cemara Kulon menjadi salah satu pilot project penerapan teknologi evaporasi pergaraman," ujar Encep saat berkunjung ke lokasi, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan bahwa dengan adanya tunel garam, petani tidak lagi harus menunggu musim kering untuk mulai berproduksi. Sistem ini memungkinkan proses penguapan garam dilakukan kapan saja, termasuk saat musim hujan.

Selain itu, tunel garam juga dilengkapi dengan fitur filter kandungan mikroplastik. Menurut Encep, sistem ini dirancang untuk menyaring kotoran-kotoran halus seperti mikroplastik yang terbawa dari air laut. Hal ini sangat penting mengingat isu pencemaran lingkungan semakin marak belakangan ini.

Encep menjelaskan bahwa tim dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang sedang melakukan penelitian lebih lanjut terhadap teknologi ini. Meski masih dalam tahap uji coba, ia yakin bahwa hasil produksi garam melalui tunel ini akan lebih berkualitas dibandingkan metode tradisional.

Desa Cemara Kulon dipilih sebagai tempat penerapan teknologi ini karena statusnya sebagai salah satu sentral produksi garam di Indramayu. Luasnya lahan garam tradisional membuat sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

"Meskipun saya tidak memiliki data produksi secara detail, Desa Cemara Kulon memang menjadi salah satu sentra produksi garam di Indramayu," ujar Encep.

Harapan besar diarahkan pada inovasi ini. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi garam, kesejahteraan para petani diharapkan dapat meningkat. Encep berharap, inovasi ini bisa menjadi langkah awal menuju pertanian garam yang lebih modern dan berkelanjutan.

Suka dengan postingan berjudul Mengunjungi Terowongan Garam Cemara Kulon, Cara Petani Produksi Saat Hujan? Nggak ada salahnya untuk berlangganan update postingan terbaru dari Blog of Bang Hendra | All About Anything langsung via email sekarang juga. GRATISS!!!

0 Response to "Mengunjungi Terowongan Garam Cemara Kulon, Cara Petani Produksi Saat Hujan"

Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!

Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.

Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger.
Terima kasih

Chat on Messenger