
Profesi Pilot Drone di Semarang: Peluang Kerja Paruh Waktu yang Menjanjikan
Di Kota Semarang, drone tak lagi sekadar menjadi alat hobi atau media pamer konten di media sosial. Kini, benda terbang tanpa awak ini mulai menjadi pintu masuk bagi peluang kerja paruh waktu, terutama bagi kalangan mahasiswa yang ingin menambah penghasilan tanpa harus terikat jam kantor.
Widhi Cahyadi, Ketua Semarang Drone Community, menyebutkan bahwa permintaan jasa pilot drone di Semarang terus berkembang. Tidak hanya untuk dokumentasi acara, tetapi juga untuk kebutuhan konten kreator dan pekerjaan teknis ringan. Banyak anggota komunitas yang kini menerima pekerjaan lepas, meski sebelumnya hanya berawal dari hobi menerbangkan drone di akhir pekan.
“Di komunitas kami ada juga yang menjadi pilot drone part-time, rata-rata usia muda juga. Jadi kalau ada pihak yang butuh dokumentasi atau pekerjaan teknis, bisa kami hubungkan,” ujar Widhi.
Pasar lokal Semarang terutama mengandalkan jasa pilot drone untuk kebutuhan dokumentasi dan pembuatan konten. Tarif per job bervariasi, tergantung durasi dan tingkat kesulitan. Untuk kebutuhan dokumentasi sederhana, tarif bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah per proyek. Sementara itu, pekerjaan yang lebih teknis seperti pemetaan biasanya memiliki nilai yang jauh lebih tinggi, meski umumnya dilakukan di luar Pulau Jawa.
“Kalau pemetaan biasanya job besar dan seringnya ke luar Jawa. Tapi tetap ada peluangnya,” tambah Widhi.
Menariknya, peluang ini terbuka tanpa syarat sertifikasi ketat bagi pemula. Untuk kegiatan hobi dan dokumentasi ringan, sertifikasi belum diwajibkan. Namun, Widhi menyarankan sertifikasi tetap penting bagi mereka yang ingin naik kelas ke proyek profesional.
Semarang Drone Community menjadi ruang belajar gratis bagi pemula. Komunitas ini rutin menggelar kopi darat setiap pekan, salah satunya di kawasan Joglo Langit di Jatibarang. Anggota baru bahkan bisa mencoba drone sebelum memiliki sendiri.
“Kita latih gratis. Biasanya kita pinjami dulu. Yang penting senang-senang, sambil belajar,” kata Widhi.
Komunitas ini beranggotakan warga Semarang dan daerah sekitar seperti Kudus, Pati, hingga Cilacap. Aktivitasnya sederhana: nongkrong, terbang bareng, mencoba fitur baru, hingga berbagi pengalaman job lapangan.
Di tengah ekosistem yang tumbuh, akses terhadap perangkat drone kini makin dekat. DJI Store resmi baru saja dibuka di DP Mall Semarang dan dikelola oleh Erajaya Active Lifestyle. Head of Retail Operation Erajaya Active Lifestyle, Raymond Tanudjadja, mengatakan pembukaan toko ini menjadi yang ke-14 secara nasional dan pertama di Jawa Tengah. Semarang dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dari sisi industri konten kreator dan pariwisata.
DJI Store Semarang menyediakan produk drone hingga kamera handheld untuk aktivitas luar ruang, dengan harga mulai dari Rp5 jutaan hingga puluhan juta rupiah untuk kelas profesional. Menurut Raymond, seri drone mini menjadi favorit karena ringkas dan cocok untuk pemula, termasuk mahasiswa.
Tak hanya menjual produk, toko ini juga mengusung konsep experience store. Pengunjung bisa belajar langsung hingga benar-benar bisa mengoperasikan perangkatnya.
“Kami tidak cuma jual, tapi ngajarin sampai bisa. Harapannya, konten yang lahir dari Jawa Tengah juga makin profesional,” katanya.
Dengan komunitas yang aktif, kebutuhan jasa yang terus tumbuh, dan akses perangkat yang makin mudah, profesi pilot drone lepas perlahan menjadi pilihan realistis berpeluang bagi mahasiswa di Semarang. Fleksibel, berbasis keterampilan, dan menawarkan peluang untuk berkembang.

0 Response to "Pilot Drone Jadi Pilihan Mahasiswa Cari Penghasilan Tambahan"
Mohon komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan SPAM akan dihapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter. Terima kasih!
Maaf, komentar Anda dimoderasi dahulu sebelum ditampilkan.